Dirut RSUD Kepincut Nyaleg - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dirut RSUD Kepincut Nyaleg

Dirut RSUD Kepincut Nyaleg

Written By Admin Raka on Senin, 09 Juli 2018 | 12.30.00

KARAWANG, RAKA - Bursa calon anggota parlemen selain diwarnai oleh politisi tulen, aktivis, dan akademisi, tidak menutup kemungkinan PNS yang masih aktif bekerja juga ikut dalam kontestasi lima tahunan itu.

Namun, PNS yang berniat terjun ke kubangan politik harus memperhatikan rambu-rambunya, karena caleg dengan latar belakang PNS, TNI/Polri dan pegawai BUMN/BUMD harus mengundurkan diri dari intansin tempatnya bekerja sebelum penetapan.

Divisi SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang Adam Bahtiar mengatakan, dalam Undang Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pasal 240 ayat (1) mengenai persyaratan calon pada hurup "k" dinyatakan, bahwa yang daftar caleg harus mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, aparatut sipil negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Direksi, Komisaris, Dewan pengawas dan karyawan BUMN dan BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali. "Syarat pengunduran diri itu harus dilayangkan sebelum penetapan," kata Adam kepada Radar Karawang, kemarin.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang Abbas Sudrajat mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan berapa ASN di Karawang yang hendak terjun politik dan menjadi caleg. Dia baru mendengar ada tiga orang, dua diantaranya adalah camat yang akan pensiun, dan satu lagi direktur RSUD Karawang. "Sebelum nyaleg seharusnya pensiun dan kebetulan yang diisukan mau nyaleg itu mendekati pensiun. Tapi kami belum menerima tindaklanjutnya seperti apa, karena yang punya wewenang adalah KPUD untuk penetapan syaratnya," ungkapnya.

Solusi menyikapi ASN yang hendak nyaleg itu, sebut Abbas, bisa atas permintaan sendiri yaitu pengajuan pensiun atas permintaan sendiri atau pensiun dini. "Kalau yang bersangkutan sudah mengajukan atas permintaan sendiri atau proses pensiun mungkin itu bisa diterima. Tapi yang jelas persyaratan itu yang menentukan diterima tidaknya adalah KPU," katanya.

Abbas menyebut, peran BKPSDM hanya melayani sebatas kewenangannya saja. Sedangkan prosedur pencalegan bagi PNS harus melaporkan dan mengajukan permohonan pensiun atas permintaan sendiri. "Makanya kita sarankan pensiun atas pemintaan sendiri bagi yang pensiunnya masih tersisa beberapa bulan lagi, itu bagi yang mau nyaleg," ujarnya.

Disinggung perbedaan pensiun atas pengajuan sendiri dengan reguler, Abbas mengatakan bedanya dari sisi kepegawaian saja. Pensiun atas permintaan sendiri tidak mendapatkan hak kenaikan pangkat pengabdian. Contohnya pensiun 4B kalau normal dapat pangkat pengabdian jadi 4C, tapi kalau permintaan sendiri tidak mendapatkan pangkat pengabdian. "ASN maju nyaleg menjadi anggota legislatif baru sebatas konfirmasi saja, dan berapa jumlahnya juga belum hafal," ungkapnya.

Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karawang Dadan Suhendarsyah membenarkan Dirut RSUD Karawang dr Asep Hidayat Lukman berencana nyaleg dari partai besutan Amien Rais ini sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan Karawang, Bekasi dan Purwakarta. Sejauh ini, mantan kepala Dinas Kesehatan tersebut  sudah mengajukan pensiun ke Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan akan keluar dalam waktu dekat. "Beliau jadi nyaleg, ajuan pensiunnya sudah diproses ke bupati, dan akan keluar dalam waktu dekat," yakinnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Karawang Asep Hidayat Lukman hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi. Dihubungi lewat telepon genggam belum dijawab. (rud) 
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template