Curi Mobil tak Bisa Nyetir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Curi Mobil tak Bisa Nyetir

Curi Mobil tak Bisa Nyetir

Written By Admin Raka on Rabu, 04 Juli 2018 | 12.45.00

KARAWANG, RAKA - Ada-ada saja kelakuan pencuri amatir, Pepen Supendi (32) warga Dusun Cibuaya 3 RT 02/03, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya. Gara-gara tidak bisa nyetir, mobil curian yang dikemudikannya kecelakaan lalu tertangkap warga di wilayah Jatisari.

Begini ceritanya. Pepen yang sudah berhasil melakukan pencurian di 8 lokasi selama beberapa waktu, akhinya mendapat 'santapan' empuk saat dirinya menyatroni salah satu korbannya. Jika biasanya mencuri motor, dia tergiur dengan mobil yang diparkir di rumah tersebut di Dusun Gintungkebon RT 08 RW 02, Kecamatan Klari. Tanpa pikir panjang, dia pun menggarap mobil sang korban. Berhasil merusak pintu mobil, Pepen pun tanpa ragu masuk dalam mobil lalu mengemudikannya. Namun, karena kurang mahir mengemudi, dia pun kecelakaan di Jatisari. "Karena kurang mahir mengendarainya, pelaku kecelakaan dan berhasil ditangkap oleh masyarakat," ungkap Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya kepada Radar Karawang, Selasa (3/7) kemarin.

Ia melanjutkan, setelah warga menyerahkan pelaku ke Polres Karawang, petugas melakukan pengembangan dan diketahui jika Pepen pernah beraksi di 8 tempat kejadian perkara. "Pelaku merupakan spesialis pencurian dengan pemberatan. Sasaran utama kendaraan bermotor," katanya.
Sedangkan Pepen mengaku kebingungan saat membawa mobil yang dicurinya, karena belum ada yang mau membeli barang curiannya. "Saya nabrak tidak tahu bingung mau jual kemana. Saya diperiksa polisi dan ketahuan bahwa mobil yang saya bawa dari hasil pencurian. Selain mobil, saya bawa juga uang 9 juta," ungkapnya.

Kejahatan yang dilakukannya, kata Pepen, hanya menggunakan obeng. "Kalau ketahuan saya lari," katanya.

Lain lagi dengan Andi Suwandi (38) warga Kampung Karajan, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta. Gara-gara membeli motor tanpa surat-surat, dia harus berurusan dengan kepolisian dan terancam penjara 4 tahun. Awalnya, kata Andi, dia membeli motor dari warga Tegalasem, Kecamatan Rengasdengklok. Tapi dia mengaku tidak tahu jika motor yang dibelinya itu bermasalah. "Saya buruh, saya dapat barang dari hasil beli untuk dipake. Saya tidak tahu kalau itu hasil pencurian. Meski saya tahu jika motor iru tidak memiliki STNK dan BPKB," katanya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template