Camat Tegalwaru Disindir Tidak Mampu Urusi Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Camat Tegalwaru Disindir Tidak Mampu Urusi Sampah

Camat Tegalwaru Disindir Tidak Mampu Urusi Sampah

Written By Admin Raka on Senin, 30 Juli 2018 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Pemerintah Kecamatan Tegalwaru masih diuji soal sampah. Sampai sekarang pemerintahan itu masih belum tahu cara mengatasi sampah di wilayahnya, terutama sampah yang bertaburan di sungai dan irigasi. Sementara warga yang terkena imbas bau busuk sampah jadi kesal dan mendesak pemerintah secepatnya mengambil tindakan tegas.

"Saya juga kesal, kenapa belum ada upaya nyata dari pemerintah, baik kabupaten maupun kecamatan. Mereka seperti tidak berdaya dan sebagian masyarakat pun tetap nyaman membuang sampahnya ke sungai. Kenapa tidak memberdayakan karang taruna, ajak diskusi untuk mengatasi persoalan sampah supaya ikut memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Saya melihat belum ada upaya ke arah sana," tegas Tokoh Masyarakat Desa Mekarbuana Budi Darmawan (43).

Budi yang juga Pemerhati Lingkungan Karawang Selatan mencontohkan upaya kecil menyelamatkan lahan kosong miliknya dari ancaman menjadi tempat pembuangan sampah liar. Dia membuat tempat sampah disekitar lokasi lahan, alhasil masyarakat membuang sampahnya di tempat sampah itu sehingga kebonnya pun bebas dari sampah. Hal seperti itu, sebut Budi bukti kalau masyarakat sebetulnya cuma butuh tempat pembuangan sampah, bukan lantaran sadar bersihnya yang kurang.

"Saya melihat jargon-jargon yang intinya menyatakan Karawang Selatan sebagai destinasi wisata. Seharusnya tempat wisata itu bersih dan terbebas dari sampah. Ini malah sampahnya terkadang datangnya dari tempat wisata itu," tandas Budi. Karenanya, Budi menilai perlu adanya pemimpin yang tegas untuk menyikapi persoalan sampah ini.

Secara terpisah anggota BPD Desa Mekarbuana, Semid (54) mengatakan, persoalan sampah memang menjadi masalah pelik khususnya di Desa Mekarbuana. Dirinya pun mengaku sudah melakukan musyawarah dengan Kepala Desa Mekarbuana agar bisa dilakukan kerja bakti. Apalagi sampah ini merupakan penyebab potensial menghambat aliran air yang amat dibutuhkan petani.

"Sudah saya sampaikan dan kades juga mengaku akan melakukan kerja bakti dibantu perangkat desa agar sampah tidak menjadi persoalan tidak ada ujungnya. Saya juga akan coba kembali diskusikan dengan kepala desa agar warga jangan ada lagi yang buang sampah ke sungai demi ketertiban dan kenyamanan bersama," terang Semid.

Warga bantaran Sungai Cikumpeni, Pandu (33) mengaku memang masih ada warga sekitar yang buang sampahnya ke sungai. Tapi dia sendiri merasa enggan melarang karena khawatir warga itu marah. "Kalau saya untuk mengatasi sampah saya buat lubang di halaman belakang rumah saya. Nah, sampahnya saya buang kesitu, kalau sudah banyak saya bakar," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template