Banyak Siswa SMP Tidak Daftar Ulang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Siswa SMP Tidak Daftar Ulang

Banyak Siswa SMP Tidak Daftar Ulang

Written By Admin Raka on Rabu, 25 Juli 2018 | 18.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Meski sudah didaftarkan secara kolektif oleh gurunya ternyata tidak menjamin siswa diterima di sekolah bersangkutan. Buktinya, tak jarang siswa baru yang sudah diterima untuk mengisi rombel, mendadak pindah ke swasta dan pesantren setelah pihak panitia PPDB mendatangi tempat tinggal calon siswa karena tidak datang saat daftar ulang.

Kepala SMPN 1 Lemahabang Samsudi S.Pd mengatakan, pihaknya sejak PPDB membuka pendaftaran 435 siswa baru lulusan SD. Bahkan, ada 27 pendaftar terpaksa dibuang karena Rombel sudah penuh dan tidak bisa dipaksakan. Sayangnya, disaat 27 siswa tidak diterima, justru ada juga siswa baru yang jelas-jelas diterima secara online dan berkasnya, memilih mundur karena alasan pindah ke swasta dan pesantren. Karena, dari 435 tersebut, sekitar 12 orang tidak ada yang daftar ulang.

Karena itu pihak panitia PPDB melakukan visiting atau kunjungan kepada 12 siswa baru yang tidak daftar ulang, hasilnya, ternyata memang yang bersangkutan memilih pindah ke Pesantren dan swasta. Sehingga, Rombel yang tersedia yang awalnya cukup, saat jadi ada yang kosong lagi. "Tidak daftar ulang, kita kunjungi ternyata sudah pindah ke sekolah lain, padahal kita sudah membuang uang 27 orang, yang ada saja ternyata malah pindah," keluhnya.

Lebih jauh Mantan Kepala SMPN 2 Tempuran ini menambahkan, baginya tidak menjadi soal siswa pindah sekolah. Tapi yang menjadi keprihatinannya adalah dari pihak SD, mengapa harus mendaftarkan anak tanpa menanyakan dulu kepastiannya mau sekolah di SMP tujuan SD atau tidak. Karena, kalau sudah diterima di SMP secara online, agak repot juga kalau seandainya mau mendaftar ke SMP Negeri lain. Untung sebut Samsudi, pindahnya ke Pesantren dan Swasta. Padahal, sosialisasi ke SD-SD sudah dilakukannya kaitan pendaftaran anak ke SMP." Pihak SD saat mendaftarkan anak itu sekali saja datangi SMP, tanpa konfirmasi lebih lanjut ke anak mau tidaknya di SMP misalnya," ungkapnya.

Untuk itu, sebut Samsudi bagi siswa yang tidak daftar ulang di coret diakhir pendaftaran ulang, dengan kata lain tidak datang berarti kosong. Fenomena semacam ini diakuinya memang selalu ada setiap tahunnya yang seharusnya bisa dibenahi pihak Sekolah Dasar.  "Kalau diakhir daftar ulang tidak datang, di coret otomatis," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template