Bank Asing Keroyokan Danai Proyek Tower Listrik di Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bank Asing Keroyokan Danai Proyek Tower Listrik di Karawang

Bank Asing Keroyokan Danai Proyek Tower Listrik di Karawang

Written By Mang Raka on Selasa, 03 Juli 2018 | 16.11.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pembangunan Tower Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang digarap PT Jawa Satu Power (JSP) selangkah lagi terealisasi.
Belasan sponsorship dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) asal Jepang mendatangi lokasi power plan di sekitaran lahan Pertamina Gas distrik Cilamaya, Senin (2/7). Mereka menggali informasi lebih detil kaitan rencana pembangunan sutet di 118 titik sepanjang 53 kilometer dari Karawang hingga Cibatu Kabupaten Bekasi.
Translater JBIC Jepang Reni Bakri Wahyuni mengatakan, kedatangan rombongan dari negeri sakura ke Karawang, ingin menggali detil informasi kaitan pembangunan tower atau sutet yang akan digarap PT Jawa Satu Power. Selain survei lokasi, seperti lahan Pertamina Gas, mereka akan membiayai proyek tersebut. "Survey lokasi yang akan dijadikan tempat Zeti gas di Pantai Muara," ujarnya kepada Radar Karawang.
Lebih dari itu, rombongan juga mempertanyakan kaitan progres yang sudah diterima masyarakat dan aparat setempat, kaitan rencana proyek pembangunan sutet tersebut. Seperti dampak lingkungan, akuisisi lahan dan segala kemungkinan yang akan terjadi saat pelaksanaan maupun selesai pembangunan. "Pihak Jepang ingin kepastian lebih detil kaitan dampak nanti pembangunan bagi masyarakat, lingkungan maupun saran dan masukannya," ujarnya.
Dalam dialog yang digelar usai makan siang di Rumah Makan Saiyo Padang Cilamaya, pihak JBIC mempertanyakan kepada wakil masyarakat, aparat dan lainnya, apakah saat pembangunan akan ada keluhan dari berbagai pihak, dan apakah sosialisasi yang selama ini dilakukan sudah diketahui lebih jauh, bahwa beberapa wilayah akan dibangun sutet permanen. Hasilnya, pihak JBIC Jepang ini sebut Reni, semua pihak sudah menyatakan kesiapannya. Karena sebelumnya, PT JSP sudah melakukan sosialisasi masif, baik amdal, lingkungan dan kawasan terlintasi sutet. Bahkan sampai akuisisi lahannya. Sebab, proyek ini sebut Reni, sama sekali tidak ada yang sampai menggusur rumah, karena lokasi atau titiknya berada di lokasi-lokasi lahan kebun dan sawah milik warga. Disinggung soal pekerja asing, Reni meneruskan bahwa selama pelaksanaan pembangunan sutet, dimungkinkan akan ada beberapa pekerja asing yang menetap di Cilamaya selama tiga tahun. "Setelah selesai pembangunan untuk teknisi operasinya (pekerja asing). Karena itu, koordinasi dengan aparat kepolisian dan kepala desa setempat akan terus dijalin untuk memastikan dokumen-dokumennya resmi dan aman," tuturnya.
Sekretaris Desa Cilamaya Ali Hamidi mengatakan, masyarakat sudah mengetahui proyek tersebut karena sebelumnya PT JSP sudah melakukan sosialisasi, khususnya kepada pemilik lahan yang akan didirikan sutet. "Begitupun soal akuisisi lahannya. Apalagi yang di Pertamina Gas, sebanyak 40 hektare lebih lahan disana untuk power plan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, disadari warga lahan yang akan digunakan adalah milik Pertamina, bukan lahan milik warga. Adapun sektor pertanian yang jadi CSR Pertamina Gas disana, tidak mempengaruhi petani yang rata-rata penggarap. "Mereka sadar betul bahwa lahan disana adalah milik Pertamina Gas," ujarnya.
Apalagi klaim Hamidi, para penggarap sawah Pertamina itu menjadikan sektor pertanian saat panen adalah sebagai usaha sampingan. "Pemerintah desa dan warga sudah siap. Karena sadar bahwa PLTGU ini tidak memiliki dampak luas," katanya.
Camat Cilamaya Wetan Hamdani mengatakan, sutet yang akan dibangun itu jumlahnya 118 titik, dan 94 titik diantaranya berada di Karawang. "Satu titik ke titik lainnya berjarak 450 meter," ungkapnya.
Cilamaya sebagai kecamatan yang menjadi hulu pembangunan sutet sepanjang 53 kilometer, kata Hamdani, dikunjungi rombongan dari Jepang yang disebut-sebut sebagai sponshorhip yang akan membiayai pembangunan sutet tersebut. "Dari sisi kesiapan, pada dasarnya semuanya sudah siap. Bahkan rencana pembangunan tower sampai Cibatu Bekasi sudah masuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)," ujarnya.
Namun, sebut camat, masyarakat masih mempertanyakan akses jalan yang akan dilalui material-material pembangunan sutet tersebut. Sebab bukan saja akan melintasi jalan yang biasa dilalui warga, tetapi juga kemungkinan akan melewati lahan-lahan pertanian. Ia juga berharap investor dan PT JSP memperhatikan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar transmisi sutet. Karenanya, selama masa pembangunan dan prosesnya, koordinasi lintas sektor harus terus terjalin agar masa pembangunan yang diperkirakan sampai 3 tahunan ini berjalan lancar. "Pada dasarnya sudah siap, hanya kita mempertanyakan akses jalan untuk mengangkut material sutet tersebut. Dan juga nasib warga yang ada di sekitar transmisi sutet," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template