Baladewa Ingin Ambil Alih Pasokan Beras BPNT - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Baladewa Ingin Ambil Alih Pasokan Beras BPNT

Baladewa Ingin Ambil Alih Pasokan Beras BPNT

Written By Admin Raka on Sabtu, 14 Juli 2018 | 12.15.00

KUTAWALUYA, RAKA - Pengelolaan dan penyediaan beras program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan pihak swasta, mulai digoyang Barisan Kepala Desa (Baladewa) Kabupaten Karawang.

Ketua Baladewa Kabupaten Karawang Endang Macan Kumbang menginginkan agar pasokan beras bisa dipasok petani setempat. Selain kualitas yang akan tetap terjaga, juga bisa mendongkrak penyerapan gabah di kalangan petani. "Kami menolak dan mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang agar pengelolaan dan penyediaan beras dalam program BPNT tidak dilakukan oleh pihak swasta," ungkapnya kepada Radar Karawang, Jumat (13/7) kemarin.

Menurutnya, beras BPNT harusnya dipasok oleh pengusaha beras di masing-masing desa, dan pemerintah desa bertanggung jawab untuk mengontrol ketersediaan beras tersebut. Dia menolak hadirnya pihak swasta yang mengelola beras BPNT. “Dalam waktu dekat ini Baladewa akan memberikan surat audensi kepada Pemkab Karawang, agar segera merealisasikan tuntutan kami,” cetusnya.

Dirinya mengapresiasi tindakan petani yang menginginkan agar pengelolaan beras dalam program BPNT dapat dikelola oleh petani. Apalagi saat ini harga gabah mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Saya lebih sepakat jika beras tersebut dapat dikelola oleh para petani lokal daripada pihak swasta,” tegasnya.

Sebelumnya, salah satu tokoh tani Saepul Bahri menginginkan agar pasokan beras program BPNT bisa disuplai dari petani lokal. Ia mengakui selama program BPNT berjalan, efek dari program tersebut belum bisa dirasakan oleh petani. Padahal jika penyediaan beras dilakukan oleh para petani lokal Karawang, harga gabah di kalangan petani dapat melonjak dan perekonomian petani pun akan meningkat. “Kita beserta petani lain siap jika harus menyediakan beras langsung dari petani,” ujarnya.

Selain mendukung tokoh tani, dia juga mengaku sepemahaman dengan ketua Apdesi yang menyebutkan jika program BPNT selain harus memberdayakan petani lokal, juga dapat menggunakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai jembatan untuk mendistribusikan beras kepada masyarakat. “Kalau memang bisa dikelola oleh petani dan desa, saya rasa tidak akan ada gejolak siapa yang kebagian dan siapa yang tidak kebagian,” pungkas Endang. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template