Anak Tega Siksa Ibu Kandung Sampai Suruh Ngemis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak Tega Siksa Ibu Kandung Sampai Suruh Ngemis

Anak Tega Siksa Ibu Kandung Sampai Suruh Ngemis

Written By Admin Raka on Selasa, 10 Juli 2018 | 14.45.00

CIKAMPEK, RAKA - Memasuki hari tua harusnya mendapat kasih sayang dari keluarga terutama anaknya. Namun berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Nenek Onih warga Kampung Babakan Jati RT 02/03, Desa Dawuan Timur.

Setiap harinya dia harus tinggal di rumah yang sudah tidak layak dan dibiarkan mengemis untuk bisa bertahan hidup. Bahkan kerap mendapat perlakuan kasar dari anak kandungnya.

Purnianti, Kader Motivasi Ketahanan Keluarga Karawang (Moteka) menceritakan pertemuan pertamanya dengan ibu paruh baya itu. Sekitar beberapa tahun yang lalu, pada saat dirinya melintasi jalan Pawarangan, melihat wanita berparuh baya ingin menyebrang jalan seorang diri dengan membawa air mineral. Dalam benak pikirinnya langsung terbanyang kepada ibunda tercintanya. "Sungguh tega anak atau keluarga ibu tua yang membiarkan bepergian sendiri," ujar Purnianti, menyampaikan apa yang terbayang dalam pikirannya pada waktu itu, kepada Radar Karawang saat melihat Nenek Onih, Senin (9/7).

Kejadian tersebut, tambahnya, sekitar tiga  tahun lalu, ketika melintasi jalan Pawarangen. Karena tidak ada seorang pun yang membantunya menyebrang akhirmya dia menghentikan sepeda motor yang dikendarainya untuk menyebrangkan Nenek Onih. "Soalnya kasihankan umur sudah terlihat tua, ada sekitar 80 tahunan," ujarnya.

Ia mengaku, karena dirinya sering melintasi jalan tersebut dan selalu melihat Nenek Onih, maka menyempatkan waktunya untuk berkominikasi terlebih dahulu untuk mengetahui lebih dalam lagi. "Saya sengaja pengen ngobrol sama Mak Onih. Ternyata si Emak ngaku punya anak," akunya.

Selain itu, Nenek Onih bercerita kepada dirinya, ternyata anaknya itu tidak mempunyai hati nurani. Kasih sayang yang seharusnya dirasakan oleh orang tua yang sudah cukup tua itu ternyata tidak dirasakan karena sering mendapat perlakuan kasar dari anak kandungnya. "Ibu Onih pernah bilang, wajahnya dipukul sama anaknya sampai memar," tuturnya.

Lanjut Purnianti, berdasarkan hasil pengakuan saudara dan tetangga Nenek Onih. Anaknya sama sekali tidak mempededulikan ibu kandungnya sendiri. Kemulyaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang anak untuk membahagiakan orang tua, justru malah dimanfaatkan untuk mencari penghasilan. "Ibu Onih tinggil sendirian, di rumah yang tidak layak huni dan anaknya suruh ibunya untuk menjadi pengemis," ungkapnya.

Keadaan nenek tua itu kini tidak berdaya, untuk berjalan saja harus dibantu orang lain. Mengingat perlakuan keji yang dilakukan oleh anaknya. Purnianti berharap, kepada intansi pemerintahan, khususunya intansi kepolisian untuk bertindak tegas atas perlakuan anank Nenek Onih bisa ditindaklanjuti ke ranah hukum. "Karena negara Indonsia adalah negara hukum, maka kepolisian harus menindak tegas, agar anaknya bisa sadar," harapnya.

Ani Rohani (36) Warga Kampung Babakan Jati RT02/03, Desa Dawuan Timur, yang merupakan saudara Nenek Onih mengatakan, perlakuan anaknya sudah sangat di luar dari nilai-nilai kemanusian. "Seharusnya membantu, anaknya malah memanfaatkan ibunya," ujarnya singkat.

Sementara saar Radar Karawang bersama Kader Moteka menyambangi rumah anak dari Nenek Onih yang masih ada di Desa Dawuan Timur, yang bersangkutan tidak membukakan pintu. (acu)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template