Ada yang Sebut Pembangunan Tambak Limpas Cigentis Proyek Siluman - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ada yang Sebut Pembangunan Tambak Limpas Cigentis Proyek Siluman

Ada yang Sebut Pembangunan Tambak Limpas Cigentis Proyek Siluman

Written By Admin Raka on Selasa, 31 Juli 2018 | 14.15.00

TEGALWARU, RAKA - Pembangunan tambak limpas Sungai Cigeuntis di Kampung Parakan Badak, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru dicurigai sebagai proyek siluman. Apalagi sejak proyek dikerjakan hingga saat ini sama sekali tidak ada papan proyeknya di sekitar lokasi.

Kades Mekarbuana Jaji Maryoto SP ketika dikonfirmasi perihal itu, Senin (31) mengatakan dirinya memang pernah didatangi perwakilan pengembang, tetapi hanya menyampaikan soal rencana pembangunannya saja, sementara bagaimana teknisnya, hal itu tidak disebut-sebut. "Kalau tidak salah yang datang itu orang yang mengaku sebagai perwakilan pihak yang akan melakukan pembangunan tambak. Tapi kedatangannya cuma sebatas menyampaikan akan ada kegiatan pembangunan itu," ucap Jaji.

Namun, sejak kedatangan perwakilan itu, sampai sekarang tidak ada lagi komunikasi juga informasi lebih lanjut bagaimana pelaksanaan proyek tersebut. Jaji tidak menampik, jangankan warganya, dirinya saja tidak mengetahui teknisnya proyek itu. "Pekerjaan itu memang belum ada informasinya, untuk apa proyek itu dan secara teknis belum pernah diinforkan," jelas dia.

Sementara informasi yang dihimpun Radar Karawang proyek pembangunan tersebyt menggunakan mekanisme bronjong. Tetapi tidak papan nama proyek disekitar lokasi, sehingga mengesankan proyek dilakukan secara diam-diam. Bahkan masyarakat mengungkapkan jika keberadaan pekerjaan itu kurang diketahui dengan jelas darimana kegiatannya. Para pekerja proyek sendiri ketika ditanya perihal proyek tidak seorangpun yang bersedia menjawab. Sementara pelaksana proyek juga tidak ada di tempat.

Meski demikian warga Desa Mekarbuana Ira (34) ditanya soal proyek itu menyampaikan papan nama untuk proyek sejak proyek dimulai memang tidak ada papan namanya. "Proyek itukan menggunakan uang pemerintah. Sebagai anggota masyarakat kita kan perlu tahu. Itu proyek untuk apa dan siapa yang membangun. Soalnya, proyek itu kan dibangun di wilayah kita. Kalau terjadi kenapa-napa yang terimbas duluan juga kita," tandas Ira.

Masih dikatakan Ira yang juga pemerhati masalah pembangunan di wilayah Selatan menambahkan, pembangunan infrastruktur fisik dalam setiap tahun APBN menyerap porsi pendanaan yang amat besar, selain anggaran gaji pegawai dan pendidikan. Tapi jika alokasi-alokasi di departemen lainnya yang juga selalu ada menyangkut pembangunan fisik ikut dihitung, maka anggaran yang diperuntukkan menjadi sangat-sangat besar. Disitulah, menurut Ira letak pentingnya mengapa papa nama proyek harus ada setiap kali ada proyek pembangunan agar tidak disebut proyek siluman. 

Sementara tokoh pemuda Dusun Cijati, Maman (46), sependapat jika papan nama bukan lagi sekedar kewajiban kontraktor untuk membuatnya, tetapi sudah menjadi amanat kontrak kerja pelaksanaan yang sudah disetujui. "Jadi dalam hal ini anggaran pembuatannya selalu dibuat dalam item khusus tersendiri. Papan nama sudah menjadi hak publik, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana negara menggunakan uang rakyatnya," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template