77 KPM Dinilai tak Layak Dapat Bantuan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 77 KPM Dinilai tak Layak Dapat Bantuan

77 KPM Dinilai tak Layak Dapat Bantuan

Written By Admin Raka on Sabtu, 07 Juli 2018 | 18.00.00

BATUJAYA, RAKA- Pendistribusiam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dikeluhkan warga. Keluhan tersebut datang dari warga Desa Karyamakmur tentang pengelolaannya. Keluhan lain muncul tentang data penerima manfaat yang hingga saat ini belum mengalami perubahan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang sudah tak terdaftar sepeti meninggal, pindah, dan telah dianggap mampu masih terdata sebagai penerima BPNT.

Diketahui, terdapat 77 penerima manfaat yang tak masuk kriteria BPNT, namun masih terdaftar sebagai penerima manfaat. Padahal, sejak lama pihak desa telah mengajukan peralihan data tersebut kepada dinas sosial, namun seperti tak digubris.

Menurut Kepala Desa Karyamakmur, Hartasim, dari tahun ke tahun, jumlah data penerima manfaat mulai dari raskin hingga saat ini menjadi program BPNT semakin berkurang. "Jangankan ada tambahan, peralihan aja susah. Pembagian BPNT saat ini masih menggunakan data yang dulu, cuma ada perubahan karena dibatasi 15%, dan anehnya itu bukan karena ekonomi msyarakat yang naik, gak tahu karena apa," ketus kades tinggi besar ini.

Lebih lanjutnya, sebelumnya di tahun 2013, 1000 lebih warganya yang terdaftar sebagai penerima manfaat, namun hingga saat ini semakin menyusut hingga 558 orang saja. Padahal, jumlah warga tidak mampu terus bertambah. "Yang saya sayangkan, setiap kali program bantuan kepada masyarakat pasti sedikit bermasalah. Karena peralihan data yang tidak pernah diubah oleh dinsos, padahal pihak kita sering banget mengajukan peralihan data tersebut. Mulai dari warga meninggal, pindah dan lainnya. Saya harap pohak pemkab melalui dinsos bisa secepatnya merubah data masyarakat yang berhak dan tidsk sesuai dengan ajuan desa," tegasnya.

Salah satu warga yang tidak mampu dan tidak kebagian jatah BPNT, Rumsah (52), mengaku jika dari 3 bulan sebelumnya, ia tidak pernah menerima beras melalui program BPNT. Padahal, ketika pendistribusian rastra ia selalu mendapatkannya. "Dari 3 bulan kemarin saya tidak lagi menerima beras, padahal saat ini berasnya bagus. Kalau memang ada jatah mah, saya juga pengen," keluhnya.

Dirinya mengklaim, jika tarap hidupnya di bawah standar masyarakat dengan penghasilan tidak menentu, suami sebagai buruh serabutan, sedang dirinya pun tak jauh beda. Harapan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah sangat ia inginkan untuk menutupi kebutuhan sehari-sehari. Meskipun jumlah BPNT tidak terlalu banyak. "Minimal buat makan beberapa hari ke depan," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template