6 Tahun Lumpuh, Atin Butuh Pertolongan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 6 Tahun Lumpuh, Atin Butuh Pertolongan

6 Tahun Lumpuh, Atin Butuh Pertolongan

Written By Admin Raka on Rabu, 25 Juli 2018 | 16.45.00

TIRTAMULYA, RAKA - Sangat mengkhawatirkan jika melihat kondisi Atin Samsudin (34) warga Kampung Kepuh RT 01 RW 04, Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya. Pasca kecelelakaan yang dialaminya enam tahun lalu, ia terpaksa harus menjalani hidup dengan hanya berbaring di atas kasur.
Atin Samsudin mengatakan, selama enam tahun ia menjalani hidup dengan kondisi bagian tubuhnya sudah tidak berasa. "Dari pinggul sampai ujung kaki sudah mati rasa. Gak bisa digerakan juga," ujar Atin sambil menahan rasa sakit kepada Radar Karawang, Selasa (24/7).

Dia mengaku selama 6 tahun ini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya. Jangankan untuk berjalan, untuk makan dan buang airpun harus dibantu orang lain. Untuk mengobati penyakit yang dideritanya, sudah semua rumah sakit yang ada di Karawang didatangi, bahkan sudah sampai Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan Rumah Sakit Fatmawati yang ada di Jakarta. Namun upaya pengobatannya sampai saat ini belum membuahkan hasil. "Di Bandung saya sudah dioperasi, terus dibawa ke rumah sakit Jakarta dan diobati disana selama 3 bulan, tapi tetap kayak gini aja," ujarnya.

Ia tingal sendiri di sebuah gubuk yang hanya berukuran 2x3 meter. Sebenarnya sebelum terjadi kecelakaan dia memiliki istri dan seorang anak, namun karena kondisi sakitnya yang tidak kunjung sembuh, dia merasa kasihan kepada istri dan anaknya karena tidak bisa memberikan nafkah, hingga pada akhirnya menjatuhkan talak. "Saya ceraikan istri saya, anak ikut dengan ibunya (mantan istrinya)," ujarnya.

Untuk meminta bantuan saat lapar atau ingin melakukan sesuatu, dia mengandalkan HP butut yang dipegangnya. Untuk mengisi pulsa HP juga mengandalkan kakak-kakanya yang berjumlah tujuh orang atau mengandalkan belaskasih para tetangganya. "Kalau mau makan paling sms atau teriak, nanti tetangga atau siapa aja yang datang bantu," ujarnya.

Enjuh, kakak Atin mengatakan, sudah merasa bingung dengan kondisi Atin yang seperti itu, disatu sisi ia merasa tidak tega, tapi disisi lain ia juga harus disibukan dengan kewajibannya untuk mencari nafkah untuk keluarganya. "Saya paling seminggu sekali kesini," ujarnya.

Enjuh juga menjelaskan, bahwa upaya penyembuhan adiknya sudah lebh dari cukup, menurutnya sudah semua rumah sakit dikunjungi untuk penyembuhan Atin, namun belum ada perubahan. "Sudah 6 tahun Atin lumpuh tak berdaya, pengobatan sudah dilakukan karena pake BPJS, beberapa bulan yang lalu atin tidak bisa berobat. Karena BPJS-nya belum dibayar. Setelah ada yang ngasih dari teman-temannya dan BPJS-nya dibayar baru bisa berobat lagi," ujarnya.

Dari awal pengobatan, sampai saat ini belum ada sama sekali perhatian dari pihak pemerintah. Saat ini ia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk memeberikan solusi terhadap kondisi Atin. "Dulu setelah pengobatan di Jakarta, ada orang yang baik hati memberikan Atin kursi roda, saya harap sih ada bantuan untuk bisa menyembuhkan Atin," harapnya.

Masih dikatakan Enjuh, ada cerita yang sangat menyedihkan, yaitu saat melakukan pengobatan di RS Fatmawati. Karena tidak bisa menebus obat yang sebenarnya bisa sedikit memberikan perubahan kepada Atin. "BPJS juga nggak bisa mengcover semuanya, tetap ada yang harus dibayar," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template