25 Tahun Jaga Palang Pintu Kereta Purwasari, Asep Berharap Dapat Gaji Bulanan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 25 Tahun Jaga Palang Pintu Kereta Purwasari, Asep Berharap Dapat Gaji Bulanan

25 Tahun Jaga Palang Pintu Kereta Purwasari, Asep Berharap Dapat Gaji Bulanan

Written By Admin Raka on Minggu, 08 Juli 2018 | 16.00.00

PURWASARI, RAKA - Berbagai cara dilakukan oleh setiap urang untuk bisa menghidupi keluarganya, ada yang cukup unik yang terjadi di Purwasari. Pasalnya ada warga yang sudah sekitar 25 tahun mengais rezeki dari belas kasih pengendara yang melintasi pintu rel kereta api Purwasari.
"Sudah 25 tahun jalur perlintasan ini tidak menggunakan palang pintu otomatis, karena belum adanya tindak lanjut dari pemerintah dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI),"  ujar
Asep salah satu penjaga pintu kereta api Purwasari saat berbincang dengan Radar Karawang, Jumat (6/7).

Asep sendiri mengaku sudah menjaga pintu rel kereta tersebut sekitar 15 tahun. Tapi ada temannya yang sudah 25 tahun. Pekerjaan itu pun terpaksa dia lakukan untuk menjaga keselamatan para pengendara yang melintasi jalur utama Purwasari tersebut. "Gaji saya disini hanya sumbangan seikhlasnya dari warga yang lewat saja, itu pun harus dibagi-bagi," tambahnya.

Menurutnya, penjaga palang pintu yang berjumlah 12 orang itu pun harus membagi jadwal kerjanya dan juga penghasilannya, karena penjaga palang pintu di jalur itu hanya sukarela, mereka pun diatur secara bergantian setelah perorang dapat Rp5.000. Penjaga palang pintu yang hanya bekerja menggunakan filling itupun memiliki risiko yang cukup tinggi. Apalagi saat jam kerja banyak sekali pengendara yang merupakan karyawan pabrik hendak menuju pabrik ataupun pulang. Untuk tahun ini, dia mengaku belum terjadi kecelakaan di lokasi perlintasan kereta Purwasari, karena petugas yang berjaga selalu sigap dan fokus memperhatikan perlintasan kereta api. "Alhamdulillah sekarang ini tidak terjadi kecelakaan, tahun-tahun kemarin masih banyak yang kecelakaan tapi tidak parah," ungkapnya.

Warga yang memilih untuk menjaga palang pintu itu kebanyakan kepala rumah tangga yang sudah memiliki anak. "Kita sebenarnya tidak mau seperti ini, tapi karena beban hidup dan sulitnya mencari pekerjaan, maka kita harus tetap bertahan sebagi sumber penghasilan sehari-hari," bebernya.

Asep pun berharap adanya perhatian pemerintah terkait nasib penjaga palang pintu kereta itu dengan memberikan bantuan ataupun upah perbulannya, serta memberikan tempat berteduh yang layak dan juga rambu perlintasan agar masyarakat bisa berhati-hati. "Pekerjaan ini adalah jasa untuk keselamatan masyarakat, jadi saya berharap pemerintah lebih memperhatikan lagi," ujar Asep saat menunggu kereta api lewat. (cr1)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template