2000 Buruh Dipecat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2000 Buruh Dipecat

2000 Buruh Dipecat

Written By Admin Raka on Sabtu, 07 Juli 2018 | 12.00.00

Dean Shoes tak Mampu Gaji Pegawai

KARAWANG, RAKA - Kabar duka datang dari PT Dean Shoes. Sebanyak 2000 karyawannya kena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan pembuat sepatu itu mengklaim tidak kuat menanggung biaya upah. Alhasil, pihak manajemen melakukan efisiensi.

Dalam surat resminya bernomor FIG3/AM/202/VI/2018 dan ditandatangani oleh Manager PT Dean Shoes Andri Iman Makbul yang disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, disebutkan jika perusahaan yang ada di Dusun Serang Rt 10/05, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, itu melakukan PHK untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan tetap berjalan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang Suroto mengatakan, surat resmi pemecatan 2000 buruh tersebut baru diterimanya hari Jumat (6/7) kemarin. "Perusahaan ingin tetap bertahan dalam keadaan upah minimum sektoral Karawang yang tertinggi di Indonesia," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, perusahaan berdiri tahun 2012 itu tidak pailit. Tapi karena murni persoalan upah. "Alasannya menyangkut upah Karawang yang tertinggi di Indonesia, sehingga kalah dengan kompetitornya dengan upah yang lebih murah," ujarnya.

Menurut Suroto, PHK yang terjadi di perusahaan itu merupakan PHK lanjutan yang dilakukan oleh banyak perusahaan di sektor tekstil, sandang, dan kulit (TSK) di Karawang. Sebelumnya, banyak perusahaan yang melakukan PHK, bahkan hengkang dari Karawang akibat UMK yang tinggi. "Karyawan Dean Shoes yang kena PHK tetap dapat pesangon sesuai ketentuan," ujarnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil diperoleh Radar Karawang, dalam pertemuan antara serikat buruh PUK SP TSK SPSI dengan manajemen PT Dean Shoes tanggal 2 Juli 2018, disebut perusahaan akan menjalankan program pengurangan karyawan karena melihat kondisi perusahaan yang mengalami penurunan order, dan dilaksanakan secara cepat. Berdasarkan tahapan sesuai usulan serikat pekerja yang bertujuan memberikan peluang bagi karyawan yang ingin masih bekerja dan tepat sasaran.

 Tahapan kriteria pengurangan karyawan berdasarkan usulan dari serikat pekerja yaitu, mengutamakan karyawan yang indisipliner, mengutamakan pekerja tenaga kerja asing yang kurang produktif, mengutamakan pekerja yang mendekati usia pensiun, mengutamakan pekerja yang bersedia, mengutamakan pekerja yang tidak menssuport produksi. Dan pemberian upah pesangon sebesar dua kali ketentuan.

Diketahui, pada tahun lalu tercatat beberapa perusahaan yang tutup pabrik di Karawang. Di antaranya PT DSI dengan mem-PHK karyawannya berjumlah 6.000 orang, PT See Won memutus hubungan kerja 200 karyawan, dan PT TWI mem-PHK sekira 3.000 karyawannya.

Berdasarkan data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Karawang dari tanggal 1 Januari hingga 30 Juni 2018, jumlah karyawan yang kena PHK sebanyak 4.660 orang, mengundurkan diri 8.535 orang. Sedangkan potensi penambahan jumlah pengangguran mencapai 13.195 orang.(psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template