Wisatawan Minta Pagar Pengaman Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wisatawan Minta Pagar Pengaman Jalan

Wisatawan Minta Pagar Pengaman Jalan

Written By Admin Raka on Kamis, 21 Juni 2018 | 14.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sampai saat ini keluhan tidak adanya pembatas jalan di sejumlah ruas berbahaya Jalan Badami Loji masih deras mengalir. Selain berbahaya ruas-ruas jalan berbahaya tersebut rata-rata berada pada posisi tikungan jalan. Terlebih saat masuki liburan panjang lebaran tahun ini.

Hal itu terlihat di beberapa jalan utama Badami Loji, seperti di Kampung Bunder, Desa Ciptasari dan jalan utama Karadak Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat dan beberapa tempat lainnya  di jalan lintasan Karawang Selatan. Sehingga dikhawatirkan jika pengendara tidak waspada kendaraannya bisa terperosok ke sungai atau ke sawah.

"Pengendara bisa terjatuh ke dalam sungai jika tidak hati-hati. Apalagi bila mengendarai kendaraannya terlalu kekiri, itu amat berbahaya," tutur Zaki (24) warga Desa Tamansari Rabu (20/6) .
Untuk itu, tambah Zaki, pengendara harus hati-hati saat melintas di jalan utama Kampung Bunder, terlebih yang datang dari arah Karawang Kota menuju selatan. "Mestinya pemerintah sebagai penyelenggara jalan harusnya peka terhadap kondisi seperti itu. Jangan sampai ada korban dulu baru bereaksi. Terlebih untuk beberapa ruas kondisi jalannya menikung sehingga amat berbahaya untuk pengendara yang belum hapal situasi jalan Badami Loji," tandasnya.

Disamping itu, terang Zaki, arus lalulintasnya juga termasuk padat dan menjadi perlintasan kendaraan-kendaraan besar. Makanya, penting di pinggir jalan ada pembatas jalannya. "Seharusnya jalan yang berada di pinggir sungai mesti dipasang pagar pengaman karena selain landai medan jalannya juga sering dipergunakan kendaraan besar sehingga badan jalan pun sering penuh. Sementara untuk kendaraan kecil terpaksa mempergunakan jalan sisi karena badan jalan sudah termakan oleh kendaraan besar. Keadaan seperti itu yang membahayakan karena bisa saja karena terlalu kepinggir akhirnya kendaraan terperosok ke sungai," terang Zaki.

Keluhan serupa juga diungkapkan sopir truk yang setiap hari melintas ruas jalan tersebut. Mereka khawatir bisa saja setiap kecemplung ke Sungai Cibeet jika lengah saja sedikit. Seperti diungkapkan Supriadi (44) sopir truk pengangkut batu kapur. Dirinya pernah terperosok karena jalan terlalu tinggi dan mengakibatkan kerusakan di kaca mobil depannya. "Seharusnya mereka jika melakukan perbaikan jalan dikerok terlebih dahulu supaya jalan menjadi sejajar. Jangan seperti yang ada sekarang terlalu tinggi tanpa memikirkan imbasnya jika pengendara mengalami kecelakaan," paparnya.

Masih terkait itu, keluhan serupa tidak hanya diungkap para pengendara kendaraan yang melintasi jalur utama Badami Loji, tetapi juga warga yang rumahnya berada dipinggir jalan tersebut. Jika para sopir khawatir kendaraannya kecemplung ke Sungai Cibeet, berbeda Kiki (32) warga Kampung Bakan Pedes, Desa Cintaasih ini. Dirinya justru khawatir truk dan kendaraan lainnya melintas terlalu kepinggir karena tidak adanya pagar pembatas jalan.

Terlebih selain mobil-mobil besar rata-rata kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Karenanya untuk melakukan pengamanan khawatir kendaraan nyelonong ke rumahnya yang berada persis dibibir jalan, dia pun membuat pembatas jalan dengan meletakkan sejumlah batu besar dipinggir jalan. Hal itu dilakukan menyaksikan semakin banyaknya truk yang melaju ke bahu jalan lantaran menghindari jalan berlubang di tengah.

"Untuk ruas tertentu harusnya dipasang pagar pembatas jalan. Bukan cuma dipinggir sungai tetapi juga di ruas-ruas yang bibir jalannya bersentuhan langsung dengan area pemukiman," tuturnya.

Selain itu Kiki juga mengingatkan para sopir kalau bahu jalan adalah bagian tepi jalan yang dipergunakan sebagai tempat untuk kendaraan yang mengalami kerusakan, berhenti atau digunakan oleh kendaraan darurat seperti ambulan, pemadam kebakaran, polisi yang sedang menuju tempat yang memerlukan bantuan kedaruratan dikala jalan sedang mengalami tingkat macet yang tinggi. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template