Wisata Bahari Cilamaya tak Terurus - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wisata Bahari Cilamaya tak Terurus

Wisata Bahari Cilamaya tak Terurus

Written By Admin Raka on Rabu, 20 Juni 2018 | 12.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Wisata pesisir Karawang nampaknya semakin tidak terurus. Selain air laut kotor dengan tumpukan sampah, akses infrastruktur menuju lokasi tersebut juga menjadi perbincangan tahunan di jejaring sosial setiap libur lebaran.

Niatan pembenahan lokasi wisata yang menjadi hiburan masyarakat dan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sepertinya masih belum bisa diharapkan banyak oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

Pengunjung Pantai Cibendo Desa Ciparagejaya, Yayah (35) mengatakan, bagi masyarakat terdekat yang ogah macet-macetan wisata jauh, pantai di Karawang jadi alternatif wisata saat libur lebaran. Dirinya sudah hafal, bahwa pantai di Karawang itu nyaris semuanya kumuh. Begitupun akses jalannya yang kemungkinan jelek. Namun, dirinya berharap ada pembenahan infrastruktu. "Jika membuat air laut bersih itu sulit, sekurang-kurangnya akses jalan bisa mulus dan sampah-sampah laut itu selalu bersih," tandasnya kepada Radar Karawang.

Dan yang paling penting, kata Yayah, adalah hapus pungutan liar dengan dalih apapun. Sebab jika ada pungli, bayar parkir yang mahal dan jajanan yang serba mahal juga membuat dompet semakin seret. "Sampah, akses jalan sama penertiban pengemis dan pengamen mungkin ya yang perlu dibenahi," katanya.

Sekdes Pasirjaya Abdul Khotib mengatakan, banjir keluhan pengunjung ke desanya memang berkurang. Seperti pungutan liar maupun standarisasi karcis, namun persoalan infrastruktur dan akses jalan masih menjadi keluhan. Apalagi musim liburan lebaran ini. Sebab, kondisi jalan sekitar tiga kilometer masih buruk, sehingga membuat para pengunjung kapok kembali lagi ke Tanjung Baru. Apalagi dengan harga karcis Rp 50 ribu per mobil atau Rp 15 ribu per motor. "Ya yang ngeluh mah bukan banyak lagi. Bukan kami gak ingin berbenah, tapi kan yang punya kewenangan perbaikan akses jalan itu pemerintah," ujarnya.

Penanggungjawab Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Karawang Mahrus Umar mengaku malu banyaknya keluhan dari pengunjung terhadap sarana infrastruktur akses wisata Tanjungbaru di Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Pemberlakuan karcis Rp 50 ribu untuk roda empat dan Rp 15 ribu untuk sepeda motor, adalah hasil hitung-hitungan yang setiap tahun harus dikontribusikan jadi PAD setiap tahunnya. Sebenarnya, Kompepar bentukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karawang ini tidak perlu malu, karena yang seharusnya malu melihat kondisi wisata pesisir yang setiap tahun dikeluhkan adalah Pemkab Karawang. Sebab Tanjung Baru yang namanya sudah tersohor lewat tembang almarhum Darso ini, adalah wisata andalan sejak dibuka era Bupati Ahmad Dadang. "Nanyanya jangan ke saya kalau soal jalan dan sarana. Silahkan tanya ke bupati dan Disbudpar. Dan siapa yang seharusnya malu saat jadi bulan-bulanan di media sosial," kata kepala Desa Pasirjaya ini. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template