Tanggul Muara Cilamaya Makin Kritis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanggul Muara Cilamaya Makin Kritis

Tanggul Muara Cilamaya Makin Kritis

Written By Admin Raka on Jumat, 29 Juni 2018 | 18.08.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Selain banjir akibat Rob, Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan juga langganan menjadi desa terisolir setiap kali Sungai Cilamaya meluap.

Kades Muara Iyos Rosita mengatakan hujan dua hari terakhir memang tidak seberapa besar mengguyur daerah hulu, namun sebagai desa yang diapit dua sungai yang muara hilirnya mengarah ke desanya, sudah jadi resiko mencemaskan ancaman luapan banjir dadakan akibat air kiriman. Bahkan, tanggul-tanggul kali di pinggiran jalan utama juga semakin tidak karuan digerus air.
"Kita di muara itu sering terkena rob banjir. Nah yang celaka itu saat rob banjir ditambah dengan luapan air sungai dari hulu, sehingga wajar muara ini seringkali jadi desa terisolir setiap kali banjir karena tidak bisa dilintasi," ucap Iyos, Kamis (28/6).

Iyos menambahkan, tanggul selalu rusak digerus air karena selama ini hanya mengandalkan perbaikan manual. Salah satu contohnya dilakukan aparat desanya pada Kamis (28/6) ini, tanggul Kali Bawah Blok H. Maka Dusun Tanjung Jaya RT 015 / 007, dibuatkan manual penahan tanah agar tidak amblas lebih dalam ke Kali, sebab walaupun akses jalan masih jelek, tetapi akses ini merupakan akses hidup untuk sehari-hari warga Muara bergerak ekonomi, pertanian, kelautan dan perdagangannya.

Walaupun dilakukan 5-10 meteran, namun tanggul kritis akibat gerusan air selalu bertambah titiknya, kali ini saja sebut Iyos, sudah ada sekitar 50 meteran tanggul-tanggul yang terancam di gasak luapan air kali. "Tanggul-tanggul kritis masih panjang, ya seadanya kita buat penahan secara swadaya untuk sementara, gak tahu kapan perbaikannya dari Pemerintah mah," ucapnya.

Kades Cilamaya Kuswandi mengatakan, Desa Cilamaya juga korban tanggul kali yang jebol. Pasalnya, banyaknya kelokan Kali Cilamaya membuat tanah labil, bahkan sampai memutus jalanan diatas tanggul sebulan terakhir. Beragam cara dan upaya sudah dilakukan, mulai pembuatan tanggul manual swadaya sampai ajuan, tapi sampai detik ini, belum pernah ada realisasi konkrit, utamanya oleh Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS) untuk perbaikan tanggul maupun pengerukan sungainya. "Entah harus menunggu bencana dulu datang baru bantuan turun? Kita sudah berupaya maksimal padahal," keluhnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template