Sulit Akses Puskesmas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sulit Akses Puskesmas

Sulit Akses Puskesmas

Written By Admin Raka on Sabtu, 02 Juni 2018 | 16.30.00

Dua Desa Minta Dibangunkan Pustu

CIBUAYA, RAKA- Agar bisa sampai ke Puskesmas Cibuaya, masyarakat Dusun Tanjungsari, Desa Sedari dan Desa Cemarajaya yang berada tepat di tepian pantai, serta berada di tengah perbatasan antara desa tersebut harus berusaha ekstra keras. Pasalnya, selain jarak tempuh yang harus dilalui masyrakat begitu panjang, kondisi jalannya juga terbilang ekstrim. Tidak terisolir, karena pembangunan jalan setapak (Japak) sempat dirasakan oleh masyarakat sekitar, namun tidak adanya sarana kesehatan di lingkungan sekitar, menjadi salahsatu kebutuhan yang wajib dipenuhi.

Menurut Kepala Desa Cemarajaya Yongliem Supardi, Desa Cemarajaya yang mayoritas berada di pesisir pantai memang tak begitu jauh dari pusat kecamatan dan puskesmas. Namun ada beberapa warga yang rumahnya tepat berada di tengah antara Desa Sedari dan Desa Cemarajaya yang jaraknya cukup jauh dan terjal untuk dilalui. “Kalau kita di sini paling 5 menit pakai mobil ngebut ke puskesmas, tapi mereka yang berada diperbatasan desa jauh sekali,” katanya, kepada Radar Karawang.

Kebutuhan masyarakat terhadap sarana kesehatan, seperti halnya puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Cemarajaya dinilai sangat perlu, khususnya bagi mereka yang tinggal di tepian pantai yang jaraknya sekitar 5 kilometer menuju pusat kecamatan. Karena hal yang sudah sepatutnya kelayakan juga bisa dirasakan oleh warga yang rumahnya tepat diperbatasan desa dan berada di tengah-tengah antara pantai Sedari dan pantai Pisangan. “Minimal ada pustu,” katanya.

Selain itu, resiko warga yang berada di tepian pantai memang akan sering berhadapan dengan ancaman bencana alam seperti air rob dan yang lainnya. Namun, dirinya tetap mengedukasi masyarakat agar tetap tenang. Lebih lanjutnya, ketika sakit sebagian warganya kesulitan ke puskesmas. Pemerintah kabupaten bisa membantu warga dengan membangunkan pustu di lingkungan Desa Cemarajaya. “Di tengah masyarakat se-desa ini, pasti aja ada yang sakit. Kalau ada pustu di lingkungan desa kan gampang. Yang jauh pun bisa ke kejar,” harapnya.

Senada dengan Yongliem, Kepala Desa Sedari Bisri Mustafa, mengaku miris dengan keadaan warganya yang berada di tepian pantai. Maka dari itu dirinya mencoba mempermudah akses warga dengan merealisasikan pembangunan japak, meskipun hanya di lingkungan Dusun Tanjungsari saja. “Sangat miris, dari sekian pekerjaan rumah (PR), salah satunya Dusun Tanjungsari yang sedang kita perjuangkan ke pihak-pihak berwenang. Dan memang begitulah rata-rata kondisi wilayah Desa Sedari, pemukiman warganya sangat berjauhan,” ujarnya.

Diketahui, jarak yang harus di tempuh masyarakat Dusun Tanjungsari menuju pusat kecamatan atau puskesmas kurang lebih 6 kilometer. Bisa dibayangkan jika salah seorang warga yang melahirkan di malam hari dalam kondisi hujan. Sedangkan di lingkungan tersebut idak ada saran kesehatan. “Kan terus kita upayakan membantu mereka dengan berbagai program, seperti program arboretum yang akan segera di realisasikan,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template