Sterilkan RSUD dengan Cuci Tangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sterilkan RSUD dengan Cuci Tangan

Sterilkan RSUD dengan Cuci Tangan

Written By Admin Raka on Jumat, 29 Juni 2018 | 18.04.00

TELUKJAMBE, RAKA - Jangan kaget apalagi heran ketika memasuki atau keluar area rumah sakit jika ada petugas yang memperingatkan agar tidak meludah sembarangan atau mengingatkan suster supaya tidak membuang perban disembarang tempat hingga petugas yang ngomel-ngomel mengomentari kamar mandi dan toilet rumah sakit.

Mereka petugas IPCN dan PPI yang ada di rumah sakit dan menjadi garda terdepan pengendalian infeksi di rumah sakit. Petugas ini juga sudah dilatih dan disumpah untuk terus mengupayakan dan menekan angka infeksi nosocomial di rumah sakit. Bagi rumah sakit yang sudah terakreditasi hukumnya wajib mempunyai IPCN atau tim PPI termasuk Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.
Seperti ditegaskan IPCN (Inpection Prevention control nurses) PPI RSUD Karawang Rita Sahara S.Kep. Kamis (28/6) orang berkunjung ke rumah sakit dengan tujuan mendapat kesembuhan bukan menambah penderitaan karena tertularnya infeksi. Baik bagi penderita, pengunjung ataupun petugas. Ini sebenarnya masalah budaya, yang harus dipupuk dan terus dijaga, budaya sehat untuk menghindari penularan dan tertularnya penyakit.

Semua sepakat rumah sakit adalah tempatnya orang merawat orang sakit dan orang sakit itu bermacam-macam jenisnya. Dalam hal ini dihindari menularkan penyakit dari pasien satu ke lainnya, dari pasien ke petugas, dari pasien ke pengunjung atau pengunjung ke pasien atau petugas. "Salah satu yang sederhana adalah budaya cuci tangan dengan cairan aseptik yang terbukti ampuh. Dimana selalu cuci tangan sebelum memegang atau setelah memegang pasien bagi petugas, baik pengunjung yang membesuk harus cuci tangan sebelum membesuk dan meninggalkan rumah sakit. Ini baru mencegah penularan yang melalui sentuhan tangan. Ada lagi anjuran untuk tidak menggunakan  alas kaki ketika masuk tempat perawatan," tegasnya.

Sementara untuk pengendalian infeksi ke dalam seperti lingkungan dalam rumah sakit, lanjut Rita, petugas IPCN atau PPI akan lebih keras lagi. Tak segan-segan ia menegur dengan keras atas tindakan pegawai yang bisa membahayakan, baik membahayakan pasien maupun dirinya, ataupun orang lain. Tidak segan-segan dia langsung menunjuk sana-sini. Karena dia sudah diberi wewenang oleh pimpinan untuk itu, dan dia bertanggung jawab langsung ke pimpinan.

“IPCN itu bukan hanya seperti Satpol-PP atau provost dalam militer, IPCN malah seperti KPK yang memiliki jangkuan dan wewenang lebih luas, IPCN itu KPK-nya pengendalian infeksi di rumah sakit. Bahkan IPCN merupakan motor dari pencegahan dan pengendalian infeksi terkait keselamatan pasien pada pelayanan sebuah rumah sakit,” jelasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template