SKTM tak Berlaku untuk PPDB - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SKTM tak Berlaku untuk PPDB

SKTM tak Berlaku untuk PPDB

Written By Admin Raka on Kamis, 07 Juni 2018 | 15.00.00

KLARI, RAKA - Musim Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) banyak warga yang mendadak membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Padahal SKTM tidak akan berlaku jika yang membuatnya tidak memiliki kartu sakti dari pemerintah pusat yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan menjadi peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

"Kalu SKTM bisa di buat dadakan, padahal itu nggak berlaku untuk PPDB, sekarang yang jadi acuan adalah KIS, KIP dan PKH," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Karawang, Endang Sodikin, kepada Radar Karawang, Rabu (6/6).

Dia menyampaikan PPDB tahun ini secara sistem sudah lebih baik. Bahkan dia meyakini dengan sistem yang sekarang berlaku maka tidak akan ada persoslan seperti tahun-tahun sebelumnya. "Kalau untuk SMA bukan domain saya. Tapi kalau SMP sekarang sistemnya sudah bagus yah," katanya.
Keyakinannya dalam PPDB SMP tahun ini tidak akan ada persoalan bukan tanpa dasar, melainkan karena PPDB tahun ini semua hampir semua kalangan terutama lingkungan terakomodir. "Ada enam jalur bagi siswa yang akan melanjutkan ke SMP sederajat di Kabupaten Karawang," ujarnya.

Lebih rinci dia menyampaikan, enam jalur tersebut adalah jalur luar kabupaten, jalur penghargaan maslahat bagi guru, jalur prestasi, jalur afirmasi lingkungan yang dibagi kedalam dua poin yaitu jalur warga setempat dan jalur warga desa dalam satu kecamatan dan warga desa luar kecamatan yang berbatasan dengan SMP Negeri tujuan, kemudian untuk poin kelimanya adalah jalur keluarga tidak mampu dan jalur akademis. "Melihat komposisi itu, maka tidak akan ada lagi orang kecamatan A sekolah ke kecamatan B," bebernya.

Meski demikian, sebagai anggota dewan dia akan selalu melakukan pengawasan secara etat terhadap pelaksanaan PPDB. Bahkan dia juga menegaskan tidak ada titip menitip siswa untuk menjaga aturan yang berlaku. "Kalau pengawasan kami akan selalu lakukan yah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah masyarakat mendadak memenuhi kantor desa di wilayah Kecamatan Klari. Bukan untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau dokumen semacamnya, namun mereka datang untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai salah satu persyaratan di sekolah.

Enin (34), warga Dusun Kosambi 2 Desa Duren, Kecamatan Klari misalnya, sudah mengajukan surat keterangan tidak mampu untuk bisa memudahkan anak kesayangannya melanjutkan sekolah ke sekolah yang diinginkan. Dengan surat tersebut setidaknya bisa mengurangi beban biaya pendidikan anaknya itu. "Harus pake SKTM biar nggak terlalu besar biaya sekolahnya nanti," ucapnya.

Menurutnya, selain bisa mengurangi beban biaya sekolah, siapa sangka dengan adanya SKTM bisa menjadi salah satu kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang diinginkan. Sebab, ada beberapa cara yang bisa ditempuh dalam PPDB tahun ini. Seperti jalur prestasi, jalur akademis, serta jalur keluarga tidak mampu. "Kalau anak saya tidak masuk di dua jalur itu kan bisa masuk lewat jalur keluarga tidak mampu," ungkapnya.

Sementara Kasi Pemerintahan Desa Duren, Lili Sukarli menjelaskan, dengan aturan dari Kementrian Sosial yang baru, semua yang memiliki jaminan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau kartu sakti lainnya harus dibuatkan juga SKTM sebagai salah satu keabsahan dari desa. "Jadi bukan hanya untuk masuk sekolah saja pembuatan SKTM ini tidak sembarangan harus melalui desa, setiap hari lebih dari 20 masyarakat yang membuat SKTM ke desa," jelasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template