Siswa Bertindik Dilarang Jadi Taruna - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Siswa Bertindik Dilarang Jadi Taruna

Siswa Bertindik Dilarang Jadi Taruna

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Juni 2018 | 15.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN Cilamaya berlangsung ketat. Selain menjaring via online dan manual, sekolah dengan status taruna ini memberlakukan seleksi tes fisik dan tes buta warna sebelum menjadi siswa baru dilingkungan SMK dengan empat kompetensi keahlian ini.

Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Cilamaya, Mashanudin S.Pd  mengatakan, dari kompetensi keahlian seperti Agribisnis Perikanan Air Tawar, Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Otomotif, Teknik Komputer dan Jaringan serta Teknik Permesinan. "Dari keempat kompetensi ini, TKR paling banyak diburu calon siswa baru, bahkan 30 persen diantaranya berasal dari Kabupaten tetangga Subang," ucap Mashanudin, Kamis (7/6).

Sementara, jurusan Agribisnis Perikanan meskipun berada di wilayah pesisir, diakuinya, masih minim peminat, karena hanya 30 siswa saja yang baru terjaring dalam PPDB kali ini. Sementara yang dibutuhkan sendiri sebut Masha, sapaan  Mashanudin SMKN 1 Cilamaya ini butuh 396 siswa baru atau 11 Rombongan Belajar (Rombel), sejak Senin dan penutupan tahap pertama Jumat (8/6) ini, baru terjaring 218 siswa, dan pendaftarannya akan dibuka kembali setelah lebaran nanti dengan jalur lainnya. "Baru masuk pendaftar 218 siswa, yang kita butuhkan 396 untuk mengisi 11 Rombel yang kami sediakan," katanya.

Masha menambahkan, saat mendaftar online dengan melampirkan SKHUN dan nanti tahap ke 2 dengan Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN). Selain itu, masuk ke SMK dengan status ketarunaan tidak begitu saja mengandalkan berkas dan syarat masuk seperti biasa, karena harus ada tes fisik dan tes buta warna. Adapun tes fisik misalnya, calon siswa dilarang bertato, bertindik dan lainnya. Sementara buta warna tentu saja di cek, agar saat sekolah nanti yang dominan menggeluti Pemesinan kabel, otomotif dan jenis lainnya tak lepas dari warna.

Dari kedua tes ini, beberapa diantaranya diakui Masha sampai ada yang tidak lolos, karena dua diantaranya buta warna. Sementara tes ke tarunaan sebut Masha, akan dilangsungkan saat semua siswa sudah resmi ditetapkan sebagai siswa baru di SMKN Cilamaya ini. "Kita selain tes saringan masuk dengan syarat online dan berkas, juga ada tes fisik dan buta warna ditempat," ucapnya.

Lebih jauh Masha menambahkan, lulusan SMKN 1 Cilamaya ini diakuinya banyak diserap di dunia industri, termasuk agrobisnis perikanan yang banyak magang di Jepang, termasuk perkuliahan di STIP Jakarta. Oleh sebab itu, wajar jika pihaknya berlakukan tes fisik dan buta warna ini, karena sekolah yang sebelumnya ketarunaannya menginduk ke SMK Mundu Cirebon ini melakukan seleksi ketat. "Di Karawang sudah ada dua sekolah yang menerapkan ketarunaan, maka disiplin, rapi dan tertib itu jadi motivasi utama kami," katanya.

Kepala SMKN 1 Cilamaya Mutia Purnamawati S.Pd mengatakan visi utama sekolahnya adalah membentuk kepribadian yang berkarakter disiplin dan bertanggungjawab. Karena, SMK ini menerapkan status ketarunaan yang didalamnya menuntut peran hal itu. Diharapkan, kuota PPDB bisa terserap optimal tahun ini dengan mengedepankan kualitas yang terbaik bagi siswa-siswinya yang baru nanti. "Kita sudah jadwalkan dengan baik tahapan PPDB ini, semoga terserap optimal," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template