Sawah Kalipandan Jadi Pemancingan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah Kalipandan Jadi Pemancingan

Sawah Kalipandan Jadi Pemancingan

Written By Admin Raka on Sabtu, 30 Juni 2018 | 13.30.00

Ikan Ditukar Segelas Kopi

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Fenomena unik kejadian alam terjadi di wilayah Kampung Kalipandan, Desa Karangligar, Telukjambe Timur. Hektaran sawah di wilayah tersebut mendadak menjadi lokasi pemancingan gratis, setelah banjir merendam lahan tersebut pekan kemarin. Hampir setiap hari puluhan pemancing datang ke lokasi tersebut untuk memancing.

Seperti diungkapkan Abdul (40) pemancing asal Desa Mekarmulya, Telukjambe Timur, Jumat (29/6). Maniak mancing ini sengaja datang membawa tiga batang pancingannya untuk memancing ikan di lokasi yang sebelumnya hamparan sawah itu. "Lumayan kang, disini ikannya banyak. Sesiang ini sudah dapat banyak. Biasanya di tempat lain sampai sore pun belum tentu dapat ikan sebanyak ini," ucap Abdul sembari memperlihatkan belasan ikan mujair dan gabus yang berhasil dipancingnya.
Abdul mengaku sudah hari ketiga memancing di lokasi tersebut. Sebelumnya dia malah pernah membawa pulang puluhan gabus hasil pancingannya. Selain ikan nila dan betok dan mujair. Pemancing yang datang bukan cuma dari wilayah Telukjambe Barat dan Timur saja tetasi dari luar kedua wilayah tersebut, seperti Karawang, Rengasdengkok dan Cikampek. "Kita memancing cuma menyalurkan hobi saja. Daripada mancing di kolam dan mengeluarkan uang, disini macingnya gratis dan banyak lagi ikannya," terang Abdul.

Sementara Romli (33) warga Desa Wadas, sengaja meluangkan waktu berjualan di tempat itu agar para pemancing tidak perlu jauh-jauh ke warung cuma untuk mendapatkan segelas kopi. "Setiap hari saya meluangkan waktu kesini untuk jualan kopi. Kalau pagi saya masuk kawasan KIIC karena banyak karyawan yang ingin ngopi, dan siangnya saya kesini, karena biasanya menjelang siang pemancing sudah mulai berdatangan," ucapnya.

Masih dikatakan Romli, biasa para pemancing itu sampai malam hari di lokasi pemancingan. Dan jumlahnya pun bukan berkurang tetapi terus bertambah, dan itu berlangsung sampai pagi hari sebelum mereka kembali ke rumahnya. "Mereka biasanya sampai malam hari makanya saya karena dekat dengan rumah jadi gantian jaga warung kopi berjalan ini dengan keluarga saya supaya malam pun bisa melayani pemancing," akuinya.

Dirinya menjelaskan, selain jualan kopi Romli juga menyediakan mie rebus, makanan ringan juga minuman serta rokok. Tidak jarang tukar beli pun kerap dilakukan takkala pemancing yang kehabisan uang menukarkan ikan sebagai alat belinya.

Berdasarkan pantauana Radar Karawang lahan persawahan yang direndam banjir di Kampung Kalipandan mencapai kisaran tiga hektaran. Titik-titik pemancingan yang terkonsentrasi sebagai lokasi pemancingan tersebar secara sporadis dengan jumlah belasan. Sementara kondisi seperti terjadi hampir setiap tahun tiap kali musim hujan. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template