PPDB SMAN 2 Cikampek Kisruh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » PPDB SMAN 2 Cikampek Kisruh

PPDB SMAN 2 Cikampek Kisruh

Written By Admin Raka on Sabtu, 09 Juni 2018 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Cikampek berujung kisruh. Persoalannya masih sama dengan persoalan tahun lalu, yaitu warga lingkungan tidak terakomodir untuk bersekolah di SMA tersebut.

Karena kesal, sejumlah warga mendatangi sekolah dan menggembok gerbang sekolah pada pukul 08.00 WIB, Jumat (8/6). Tidak lama kemudian gembok tersebut dibuka oleh pihak sekolah, namun sejumlah warga ganti mendatangi kantor kepala Desa Dawuan Tengah untuk mengadukan persoalan tersebut.

Warga pun bersama Kepala Desa Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin, didampingi kepolisian dan TNI mendatangi ruangan guru SMAN 2 Cikampek untuk mencari solusi atas kejadian yang selalu berulang setiap tahun.

Tokoh masyarakat yang hadir dalam audiensi, Yusuf Nurwenda mengatakan, tanah SMAN 2 Cikampek merupakan hibah dari pemerintahan Desa Dawuan Tengah. "SMAN 1 Cikampek masuk Kotabaru karena pemekaran. Jadi kami hibahkan tanah agar warga Cikampek punya sekolah (SMA) negeri dan bisa bersekolah di sini," kata lelaki yang akrab disapa Uus kepada Radar Karawang.
Pada saat itu, tambah Uus, dirinya menjabat sebagai kepala Desa Dawuan Tengah. Namun jika ujungnya terus terjadi persoalan seperti saat ini, dimana warga lingkungan tidak bisa bersekolah di SMAN 2 Cikampek, maka dia berniat untuk kembali mengambil tanah tersebut. "Kami mau ambil tanah itu lagi, kalau warga sekitar tidak bisa sekolah di sini," tegasnya.

Sementara Kades Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin menyampaikan, ada hal yang aneh dalam PPDB tahun ini. Karena jalur lingkungan bukan mengacu pada wilayah sekitar, melainkan dihitung dari jarak yaitu sekitar 20 kilometer. "Kalau 20 kilometer, artinya warga Karawang (kota) saja masuk lingkungan. Kok bisa gitu," ujar Jejen sambil terheran-heran.

Ketua Komite SMAN 2 Cikampek Djawali menyampaikan, sebelum PPDB dimulai terlebih dahulu ada rapat lintas sektoral yang melibatkan kades, camat termasuk pihak sekolah. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa jalur SKTM, disabilitas dan luar provinsi akan dilimpahkan ke lingkungan jika tidak terisi. "Warga marah, karena memang banyak warga Dawuan Tengah yang nggak masuk," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, ada beberapa jalur dalam PPDB tahun ini, dengan adanya pembagian persentase dari kuota yang ditentukan. Untuk kuota siswa SMAN 2 Cikampek sendiri sebanyak 360 orang. "Jalur SKTM 20 persen atau 72 orang, jalur prestasi 10 persen atau 36 orang, jalur lingkungan 10 persen atau 36 orang, jalur guru 5 persen atau 18 orang, jalur akademik 40 persen atau 190 orang, jalur disabilitas dan jalur luar provinsi masing-masing 5 persen atau 18 orang," terangnya.

Kepala SMAN 2 Cikampek Dida Siti Sa'adah menyampaikan, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai dengan aturan PPDB yang berlaku. "Kalau saya hanya menjalankan tugas, semuanya sudah sesuai aturan," ujarnya. (zie)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template