Polisi Tunggu Hasil Visum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Tunggu Hasil Visum

Polisi Tunggu Hasil Visum

Written By Admin Raka on Sabtu, 23 Juni 2018 | 18.30.00

Gadis Telagasari Korban Pencabulan Didampingi Psikolog

TELAGASARI, RAKA - Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Karawang bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serius menyoroti kasus dugaan pencabulan terhadap gadis lulusan SD asal Telagasari. Selain menghadirkan Psikolog karena khawatir korban dan keluarganya mengalami shock berat, kedua instansi dan lembaga teknis ini juga akan terus mendampingi korban selama proses hukum.

Kepala DP3A Karawang melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Diah Handini Resitoemo mengatakan, kondisi anak dibawah umur yang diduga jadi korban pelecehan seksual di Telagasari ini,  mengalami shock saat bersama keluarganya melapor dan memberikan format pelaporan di Dinas P3A dan P2TP2A. "Kalau sudah ranah hukum itu jadi domainnya pihak kepolisian, kita hanya mendampingi bersama Psikolog," tandas Diah, Jumat (22/6).

Dijelaskan kejadian ini sebenarnya terjadi beberapa hari yang lalu, dan pihak keluarga korban langsung melapor, baik ke dinas maupun P2TP2A. Bahkan, sudah melapor ke Kanit PPA Polres Karawang dan sedang menunggu hasil visum nantinya. Gadis yang baru lulus SD asal Kecamatan Telagasari itu, disebut-sebut sudah digagahi tujuh bocah SMP di tanggul irigasi Dusun 1, Desa Kalibuaya. Meskipun diragukan sampai berhubungan seksual, namun gadis yang diketahui lehernya memerah dugaan bekas cumbuan, membuat tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak bertindak cepat melakukan pendampingan dan visum.

Sekretaris P2TP2A Karawang Amid Mulyana mengungkapkan, pelaporan dari keluarga korban sudah tepat, baik ke Dinas maupun P2TP2A. sementara bantuan yang diberikan pihaknya, sebut Amid, hanya bersifat pendampingan yang kebetulan korban berinisial "P" itu adalah anak. Diperlukan pula sebut Amid, pendampingan Psikologis untuk  pulihkan dulu keadaannya.

Sementara penanganan proses hukum diserahkan kepada para penegak hukum, betapapun dugaan pelakunya itu juga anak-anak dibawah umur, tapi tetap pihaknya mendorong agar proses hukum tetap berjalan kalau seandainya betul ada dugaan pencabulan atau pelecehan seksual. "Psikolog mendampingi korban sampai saat ini, karena memang khawatir ada gejolak psikis, selebihnya psikolog bisa menyimpulkan dan diharapkan memulihkan keadaan sehingga sampai kepada tahap apakah akan melanjutkan kasusnya," katanya.

Amid menambahkan, Dinas dan P2TP2A mengantar dan memfasilitasi anak saat melapor ke Polres Karawang, tapi yang jadi catatan, pihaknya tidak masuk ranah hukumnya. Hanya saja, kasus tetap akan diproses dengan penanganan yang berbeda, sebab dugaan pelaku adalah juga anak dibawah umur. Yang jelas Sebut Sekretaris DP3A, atas peristiwa ini pihaknya prihatin dan merasa terpukul dan tidak bisa memberikan toleransi atas kejadian-kejadian tindak kekerasan fisik, tindakan seksual kepada anak.

Sebab, Dinas dan P2TP2A sudah gencar sosialisasikan ancaman dan bahaya tindakan kekerasan pada anak dan perempuan, baik di Minggon Kecamatan, maupun di majelis-majelis taklim. "Jelas kita prihatin atas kejadian ini, maka semua pihak harus sama-sama menggelorakan tanggungjawab melindungi anak dan perempuan agar kejadian serupa tidak sampai terulang," katanya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template