Petani Tuding Tengkulak Mainkan Harga Gabah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tuding Tengkulak Mainkan Harga Gabah

Petani Tuding Tengkulak Mainkan Harga Gabah

Written By Admin Raka on Senin, 04 Juni 2018 | 16.45.00

KUTAWALUYA, RAKA- Setelah sebelumnya penurunan harga padi dikeluhkan oleh petani Rengasdengklok, saat ini hal yang sama dirasakan petani Kecamatan Kutawaluya yang padinya dihargai murah. Padahal, kualitas gabah padi dan ketan yang dipanen oleh para petani dinilai cukup bagus dengan rendemen antara 55 hingga 60. Para petani menduga jika penurunan harga padi tersebut akibat permainan para tengkulak.

Menurut petani asal Desa Sindangmulya, Asep Saefudin, meskipun hasil panen para petani dinilai cukup bagus, namun ia mengakui jika panen kali ini merupakan sejarah terburuk selama ia menjadi petani. Pasalnya, yang tadinya harga gabah padi berkisar antara Rp 4700 hingga Rp 5000 per kilogram, kini hasil keringat para petani hanya dihargai oleh tengkulak sebesar Rp 3500 per kilogram. “Sangat jauh dari modal yang dikeluarkan, karena saat ini obat-obatan dan pupuk saja sudah mahal,” katanya, kepada Radar Karawang.

Selain itu, harga gabah beras ketan pun diketahui sering menjadi varietas tanaman unggulan para petani karena harganya yang tinggi. Namun untuk  panen kali ini nasibnya tidak jauh berbeda. Terang saja hal tersebut juga dikeluhkan oleh para petani padi ketan yang harus mengeluarkan modal lebih banyak. Petani padi ketan semakin kecewa setelah hasil panen mereka hanya dihargai Rp 2200 per kilogram.

Di katakan Darma, petani ketan, ia mengeluhkan harga ketan yang saat ini sangat jauh dari yang diharapkan. Mengingat harga varietas ketan yang sebelumnya berkisar antara Rp 9000 hingga Rp 10 ribu per kilogram, kini oleh tengkulak hanya dihargai Rp 2200 rupiah per kilogram lebih jauh di bawah dari pada harga beras. “Seharusnya harga ketan lebih mahal dari pada padi, tapi kali ini malah jauuh di bawah padi beras biasa,” ujarnya.

Dirinya berharap, kepada pemerintah agar harga padi bisa stabil kembali, di mana para petani bisa dengan semangat menanam padi. Karena untuk panen kali ini dinilai sangat mengecewakan para petani. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template