Petani Ngeluh Harga Padi Murah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Ngeluh Harga Padi Murah

Petani Ngeluh Harga Padi Murah

Written By Admin Raka on Jumat, 29 Juni 2018 | 18.07.00

RAWAMERTA, RAKA- Keluhan petani semakin nyaring terdengar, selain harga padi yang tidak sesuai dengan harapan, diperparah dengan harga kebutuhan bertanam yang semakin melonjak. Seperti kenaikan harga pengolahan tanah yang menggunakan traktor, harga bayar tandur juga ikut melonjak.

"Belum lagi seperti harga obat-obatan, rontog, dan jika sudah naik di salah satu bidang pengolahan tanah, kuli lain pun seperti nampingan (benahi pematang) pasti ikut naik. Sedangkan harga padinya malah turun," ujar salah satu petani asal Desa Kutawargi Kecamatan Rawamerta, Neman.

Diketahui, saat ini harga jual padi berkisar Rp4,2 juta perton. Trntu saja harga tersebut belum bisa dikatakan cukup dengan permodalan yang dikeluarkan oleh petani. Jika dalam satu hektare mendapatkan bersih 5 ton padi, maka jika di kali Rp 4,2 juta perton hanya berapa, sehingga petani hanya akan mendapatkan untung kecil. "Yang kita hitung itu termasuk kualitas padi bagus. Nah gimana kalau padinya jelek, atau bahkan fuso," ungkapnya.

Masih kata petani setempat, Uryana, petani harus berjuang mati-matian melawan hama dan mengurus tanaman padinya. Namun akan sangat rugi jika hasil pertanian mereka di tawar murah. "Kita mah tanam sudah semua dikeluarkan karena pengen bagus, pas waktunya panen ditawar murah itu sakit," katanya.

Dirinya menyebutkan, akan sangat bahagia ketika upaya dan usaha para petani dihargai dengan penjualan harga padi yang mahal, karena semangat bertaninya pun akan timbuh. "Satu hal lagi, pertanian padi menjadi satu kebutuhan usaha warga desa yang susah untuk ditinggalkan akibat semakin sempitnya lapangan pekerjaan," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template