Peran Linmas dan Satpol PP Belum Optimal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Peran Linmas dan Satpol PP Belum Optimal

Peran Linmas dan Satpol PP Belum Optimal

Written By Admin Raka on Sabtu, 23 Juni 2018 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pemerintah Kecamatan Telukjambe Barat agaknya tidak main-main soal sampah yang berada di sungai. Setelah gagal mengoptimalkan tim pengintai sampai, kini perpanjangan tangan pemda di kecamatan itu memaksa para kadesnya untuk bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing yang diproduksi warganya. 

"Sekarang kita paksa para kepala desanya untuk terlibat langsung dalam penangangan masalah sampah di wilayah masing-masing. Kita minta mereka untuk melakukan sosialisasi ke warganya supaya tidak menjadi sungai sebagasi tempat membuang sampah," tandas Kasi Trantib Kecamatan Telukjambe Barat H. Ocang SH, Jumat (22/6). Dia mewakili Camat Telukjambe Barat Maman Nuryaman. 

Dikatakan Ocang, sebelumnya sudah dilakukan rapat yang membahas mengenai penanganan masalah sampah. Rapat itu mengharuskan para kepala desa untuk serius memikirkan sampah di wilayahnya masing-masing, terutama mengingatkan warganya agar tidak membuang sampah ke sungai. "Larangan membuang sampah ke sungai itu sudah diatur dalam peraturan daerah. Peraturan itu bahkan menyebutkan sanksi terhadap pelaku pembuang sampah ke sungai. Makanya bukan saja di pemerintahan tapi semua stakeholder agar ikut memikirkan guna kepentingan bersama," pungkasnya.
Secara terpisah warga Desa Wanasari Efrida (33) mengakui jika sungai kerap dijadikan tempat warga membuang sampah. Kadang yang buang sampah bukan saja warga sekitar malahan ada yang sambil melintas. Hal itu membuat kualitas air sungai menjadi bermasalah sedangkan warga seperti petani gunakan air sungai sebagai kebutuhan pengairan mereka.

"Secara pribadi saya cukup miris melihat kelakuan mereka yang seenaknya buang sampah ke sungai. Mereka seperti tidak punya beban, padahal yang mereka lakukan itu membuat banyak orang susah," ucap Efrida, seraya menyebutkan salah satu sungai yang dijadikan tempat buang sampah warga adalah Sungai Cibaregbeg yang melintasi Desa Wanasari.

Menurut dia sudah saatnya pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap warga yang masih saja buang sampah ke sungai agar ada efek jera sehingga tidak lagi ada yang buang sampah ke sungai. Dan dirinya pun mengajak peran wadah - wadah yang ada di level desa seperti karang taruna dan organisasi pemuda desa lainnya agar ikut memikirkan bagaimana cara menjaga sungai yang ada di lingkungan desa nya sehingga kelestarian alam minimal di desanya bisa terjaga dengan baik.

Di tempat berbeda tokoh pemuda Desa Wanasari Asen (32) menambahkan jika persoalan sampah memang menjadi sorotan utama pemerintah pusat. Sayangnya di level desa dan kecamatan dan Pemkab sendiri belum serius menanggapi persoalan sampah. Bahkan menurut dia sungai terpanjang seperti Citarum belum terbebas dari sampah. Dirinya pun mengaku kadang sungai menjadi objek tempat membuang sampah akhir. "Saya menyarankan supaya linmas dan Satpol PP lebih dioptimalkan untuk menangani persoalan sampah. Selama ini perannya sudah terlihat tetapi belum dioptimalkan," tandas Asen. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template