Penghina Banser Minta Maaf - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penghina Banser Minta Maaf

Penghina Banser Minta Maaf

Written By Admin Raka on Rabu, 06 Juni 2018 | 16.00.00

KLARI, RAKA - Orang yang sempat memposting ujaran kebencian bahkan menyebut pasukan Yahudi terhadap Banser akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas postingan tersebut. GP Ansor sendiri sebagai pihak yang dijelekan di media sosial menerima permohonan maaf tersebut.
"Setelah tabayun dengan Satkorcab Banser Karawang, saya mengakui kesalahan saya dan tidak akan mengulanginya lagi," kata Nurmansyah Heru yang merupakan warga Dusun Bakanjati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari di Kantor PCNU Karawang, Selasa (5/6).

Heru sendiri memposting ujaran kebencian bahkan menyebut pasukan ijo sebagai pasukan yahudi di akun media sosial pribadinya pada tangal 2 Juni 2018 lalu. Mengakui ujarannya bisa berdampak buruk bahkan memecah belah umat. "Saya harap pihak-pihak yang merasa tersakiti oleh postingan saya agar bisa memaafkan," ujar Heru seraya menyampaikan permohonan maaf tersebut disampaikan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Kasatkorcab Banser Karawang Nur Khojin menyampaikan, tidak mungkin Ansor atau Banser melakukan langkah secara sembrono dengan tanpa dasar. Karena selama ini Banser selalu berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan menentang siapa saja yang bisa merusak kebineka tunggal ikaan bangsa Indonesia. "Semuanya sudah selesai, karena yang bersangkutan meminta maaf, maka kami maafkan, itulah ajaran islam sebenarnya," ujarnya.

Oleh karenanya dia menyampaikan kepada semua warga nahdliyin terutama Banser Karawang untuk bisa selalu menjaga sikap dan selalu mengisi kehidupan sosial kemasyarakatan sesuai dengan aturan agama termasuk aturan negara. "Mari tunjukan wajah islam yang ramah, karena sesungguhnya islam tidak mengajarkan pemaksaan dalam berdakwah," ujarnya.

Ketua GP Ansor Karawang Ade Permana menyampaikan, sebagai organisasi yang ada dibawah naungan nahdlatul ulama. Maka tidak mungkin melakukan tindakan diluar dari nalar ke-NU-an. Karena yang dipegang dalam NU adalah tasamuh, tawasut, tawazun, i'tidal dan amar makruf nahi munkar. "Mayoritas Ansor dan Banser adalah alumni pesantren. Menghormati kyai itu menjadi kewajiban. Maka dalam bertindak sudah pasti memiliki dasar yang kuat terutama jika ditinjau dari asfek agama," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template