Pengamat Bilang, Tata Kelola Pemkot Bandung Stagnan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengamat Bilang, Tata Kelola Pemkot Bandung Stagnan

Pengamat Bilang, Tata Kelola Pemkot Bandung Stagnan

Written By Mang Raka on Selasa, 12 Juni 2018 | 15.04.00

BANDUNG, RAKA - Kinerja Pemerintahan Kota Bandung selama lima tahun terakhir dinilai stagnan alias tidak ada perubahan yang signifikan. Bahkan Pemkot Bandung yang berada di bawah kendali Walikota Ridwan Kamil, dianggap gagal dalam menyelesaikan masalah-masalah utama masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Tata Kelola Pemerintahan, Ben Satriana. Bahkan dia menilai, pria yang akrab disapa Emil itu justru lebih banyak melakukan politik gincu dalam kepemimpinannya.
Meski begitu Ben menilai, mungkin saja Emil berniat ingin memodernisasi tata kelola pemerintah dengan membuat ratusan aplikasi. Namun yang terlewat adalah keberlanjutan sistem tersebut. "Coba ditanyakan ke pihak pemkot atau RK, dari ratusan aplikasi yang sudah dibuat berapa yang masih berjalan?" katanya kepada wartawan, Selasa (12/6).
Ben melanjutkan, masih banyak hal yang sifatnya fundamental yang belum dilakukan misalnya transparansi anggaran, transparansi terkait dokumen publik, serta partisipasi nyata dalam perencanaan pembangunan. "Saya kira secara riil dampak dari reformasi tata pemerintahan yang dilakukan RK belum terasa. Silahkan dicek apakah publik merasakan adanya layanan publik yang lebih baik, di sekolah-sekolah, puskesmas, rumah sakit, kelurahan, kecamatan dan lain-lain," sambungnya.
Dia mencontohkan, November lalu Transparency International Indonesia (TII) masih menempatkan Kota Bandung sebagai kota dengan persentase suap tertinggi. Ini menurutnya, menunjukkan ada problem serius di Bandung. "Birokrasi masih terjebak cara kerja yang lama. Sialnya RK tidak berani merubah kebiasaan kerja yang lama ini. Saya tidak tahu kenapa?" ujarnya heran.
Ben juga menyayangkan sikap ketidakberanian RK ketika melihat tidak ada perubahan perilaku kerja anak buahnya. "Seharusnya dia mengganti pimpinan birokrat, yaitu sekda. Tapi kenyataannya dia tidak berani melakukan itu." tandasnya.
Karenanya, dirinya tidak yakin, jika Emil memimpin Jawa Barat mampu mengordinasikan walikota dan bupati. "Jika mengelola kota saja tidak berani melakukan reformasi birokrasi, apalagi di tingkat provinsi," begitu katanya. (ril/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template