Pelabuhan Masih Bisa Dibangun di Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelabuhan Masih Bisa Dibangun di Karawang

Pelabuhan Masih Bisa Dibangun di Karawang

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Juni 2018 | 12.45.00

TEMPURAN, RAKA - Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar rapat koordinasi peninjauan kembali revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Meski belum secara rinci mengangkat isu perluasan perubahan pembangunan bandara internasional, kereta cepat, jalur jalan tol dan sutet PLTGU, namun isu pelabuhan di Karawang kembali jadi perbincangan.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Karawang Teddy Luthfiana mengatakan, RTRW berpeluang diubah mengikuti keinginan pusat, dan saat ini memang masih dalam kajian saja. Rapat kemarin, hanya mengantisipasi adanya peluang serbuan pembangunan di Karawang dari pusat seperti bandara internasional, PLTGU, jalur kereta cepat hingga jalur jalan tol. Itu bisa berubah adanya pengurangan lahan, atau bahkan bisa bertambah lahannya. Karena itulah kajian itu digelar agar jangan sampai ada istilah pemutihan lahan. Sebab transparasi lahan ini harus selalu up date dan terblow up. Artinya saat RTRW sudah ditetapkan, kemudian ada perubahan utamanya soal lahan warga yang sudah transaksi, maka prosedur yang mengikat ini harus diantisipasi agar tidak ada resiko kepada semua pihak yang berkaitan dengan lahan. "Revisi kajian saja untuk mengantisipasi serbuan pembangunan," katanya kepada Radar Karawang, Kamis (7/6).

Disinggung dua Kecamatan khusus yang diundang yaitu Cilamaya Wetan dan Tempuran, lebih jauh Teddy mengaku belum diketahuinya. Namun peluang keberadaan pelabuhan Cilamaya yang dulu sempat ramai, masih berpotensi dibangun. Hal itu dia lihat dari prospek pembangunan di Patimban Kabupaten Subang yang mulai ricuh dengan warga pemilik lahan di sana, sebab kerusuhan soal harga tanah yang dimainkan biong dan spekulan khawatir terjadi konflik horizontal berkepanjangan. Karenanya, pembangunan yang masih panjang ditakutkan berlarut, dan solusinya pemerintah pusat berpeluang menggeser lagi lokasi pelabuhan, bahkan bisa saja balik ke Karawang seperti di Tempuran atau Cilamaya. Sebab, pelabuhan di Karawang sejak lama lebih siap dan matang daripada di kabupaten lain. "Segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau daerah hanya menyesuaikan dengan keinginan dan tata ruang pusat saja," katanya.

Camat Tempuran Suwandi mengatakan, saat revisi RTRW Karawang masih diskusi biasa, karena sekarang yang jadi isu perubahan adalah bandara dan jalur kereta cepat hingga jalan tol. Soal pelabuhan, diakui camat masih berpotensi ada di Karawang karena tata ruangnya sudah masuk sebelum ada revisi. Hanya saja dalam pemetaan kemarin, dia dan camat Cilamaya diundang melihat zona hijau untuk Tempuran dan Cilamaya Wetan. Artinya, ada kemungkinan dua kecamatan ini masih akan dipertahankan sektor pertanian andalannya oleh Pemkab Karawang dan pemerintah pusat. "Pelabuhan juga masih memungkinkan, dibahas cuma gak panjang sih. Lagi pula tata ruangnya kan sudah ada sebelum revisi," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template