Pancasila Bukan Pajangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pancasila Bukan Pajangan

Pancasila Bukan Pajangan

Written By Admin Raka on Sabtu, 02 Juni 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Pancasila. Siapa pun di negeri ini pasti tidak asing dengan Pancasila. Selain ideologi bangsa yang setiap hari Senin selalu dibacakan saat upacara bendera di seluruh sekolah di seantero Indonesia, Pancasila juga menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara.

Namun, apakah masyarakat paham makna yang terkandung di setiap sila dalam Pancasila. Radar Karawang mencoba menggali sejauh mana warga Karawang memahami makna Pancasila di tengah runyamnya kondisi sosial di Kota Pangkal Perjuangan ini.

Kepala Puskesmas Lemahabang H Rasidi berpandangan jika Pancasila adalah falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak boleh diganggu gugat. Sedangkan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ghoyatul Jihad Telagasari Ibnu Hajar AS mengatakan, Pancasila menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. "Terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalam kehidupan bernegara," ungkapnya.

Ketua Persatuan Guru NU Karawang Agus Salahuddin mengatakan, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dari beraneka ragaman, adat istiadat, kultur dan budaya , keyakinan, bahasa dan lainnya. Pernyataan itu dikuatkan oleh Kaur Trantib Desa Cilamaya Wahyu, menurutnya Pancasila harus dipedomani dalam kehidupan bernegara. "Pancasila adalah lima prinsip yang harus dipedomani dalam kehidupan bernegara," ungkapnya yang diamini oleh Dirut PD BPR BKPD Cilamaya Tansyah Fadilan. "Pancasila adalah lima dasar berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Beda halnya dengan Pimpinan Pesantren Baitul Burhan Tempuran KH Sofwan Abdul Gani. Menurutnya, Pancasila adalah pedoman final yang tidak perlu lagi di utak-atik. "Tapi yang diubahnya adalah KUHP, yang sebagiannya merupakan produk warisan Belanda," tandasnya. 

Menurut anggota DPRD Karawang Deden Rahman SP mengatakan, Pancasila adalah pelindung semua warga bangsa. "Walau berbeda dikuatkan dengan persatuan dan kesatuan," ujar politisi PKB tersebut. 

Sementara petugas PLN Regional kota Wilayah Pangkalan dan Tegalwaru, Wawan mengatakan, Pancasila harus diamalkan. "Saling hormat menghormati dan menjaga perasaan, juga menjaga etika kita dalam kehidupan, adalah pengamalan dari Pancasila," ungkapnya.

Fenomena sosial saat ini dimana masyarakat terlihat menjauh dari nilai-nilai Pancasila, disindir oleh Yudi Darmawan, tokoh Pemuda Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. "Pancasila bukan sebuah pajangan, melainkan pondasi negara dalam melaksanakan amanahnya. Kita masyarakat harus bisa menjalankan dengan baik terutama di lingkungan," ungkapnya.

Contoh nilai Pancasila juga dikatakan Deni Rukmana, sekretaris Desa Sirnabaya Kecamatan Telukjambe Timur. "Pengayoman pada Pancasila yaitu dengan menjadi manusia yang santun dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.

Peneguhan Pancasila sebagai ideologi bangsa juga dikatakan Hotin Obie, tokoh pemuda Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan. "Implementasi Kesaktian Pancasila, adalah selalu menjaga keutuhan NKRI, baik pemuda dan pemudinya," ujarnya.

Sementara Staf Hukmas dan Promkes RSUD KArawang Asep Irawan mengatakan, masyarakat yang bijak akan selalu menjaga martabat Pancasila. Hal itupun diamini oleh anggota Satpol PP Kecamatan Tegalwaru, Ade syarif. "Sudah seharusnya bangsa Indonesia kembali mengumandangkan Pancasila dalam hati dan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Untuk itu, kata Konong, tokoh pemuda Desa Cintaasih, Kecamatan Pangkalan, Pancasila tidak boleh diganti oleh ideologi lain. "Pancasila adalah dasar negara yang mutlak tidak bisa diganti oleh paham mana lain," ujarnya.

Warga Krajan RT 13 RW 03, Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Fathurrohman mengatakan, semangat Pancasila adalah semangat persatuan, dan kesatuan yang diaplikasikan dalam kehidupan ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, mewujudkan Kemanusaan yang adil dan beradab di seluruh sektor kehidupan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saya Indonesia, Saya Pancasila," ujarnya. (rok/yfn/rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template