Nilai Tambah Avanza di Roda Belakang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nilai Tambah Avanza di Roda Belakang

Nilai Tambah Avanza di Roda Belakang

Written By Admin Raka on Senin, 25 Juni 2018 | 17.45.00

KARAWANG, RAKA - Model baru Avanza sudah lama dinanti para pencintanya. Namun tidak seperti mobil lain yang menggunakan penggerak roda depan, Toyota anyar ini sepertinya akan tetap menggunakan sistem penggerak belakang.

"Kalau kita misalnya ikut mengubah dari penggerak roda belakang ke depan, sekarang ini kan masih ada loyalis kita, itu yang sangat mengapresiasi penggerak roda belakang," ujar Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, akhir pekan kemarin.

Lelaki yang akrap disapa Soerjo menambahkan jika nantinya Toyota Avanza terbaru diubah jadi berpenggerak roda depan, maka sama saja tidak menghargai konsumen loyalisnya. Para loyalis tersebut menganggap penggerak roda belakang itu menjadi nilai tambah tersendiri pada Toyota Avanza saat ini. "Jadi dengan kata lain mereka percaya namanya penggerak roda belakang itu bisa mengangkut penumpang dan barang dengan beban yang besar dibandingkan penggerak depan," lanjutnya.

Makanya, terang Soerjo, orang masih suka dengan Avanza, mestki tahta mobil terlaris di Indonesia saat ini diklaim oleh Mitsubishi Xpander. Toyota Avanza pun berupaya kembali ke puncak. Bahkan menjelang lebaran kemarin, Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek Toyota di Indonesia mengaku menjual Avanza hingga 8.000 unit lebih. "Jika libur di bulan Juni tidak panjang bisa saja mobil sejuta umat itu terjual lebih dari 8.000 unit," ucap Soerjo.

Disinggung perihal sempat menurunnya penjualan Avanza, Soerjo menyampaikan faktor yang membuat penjualan Toyota Avanza sempat turun ke angka 6.000 unit, padahal rata-rata, penjualannya mencapai 7.000 unit perbulannya. Hal tersebut memang karena strategi yang dijalankan oleh Toyota, yakni penyesuaian pasokan dengan permintaan pasar. Karena kalau memaksakan pasokan lebih banyak maka diler yang akan terkena imbasnya.

"Supaya stok di diler itu tidak tinggi stoknya, kalau demand-nya itu turun karena ada pemain baru itu kan lumrah, wajar, kalau kita tetap paksain sekarang supply-nya itu 10.000 atau 9.000 misalnya, demandnya cuma 6.000, diler kita kan akan grogi, makanya kita sesuaikan saja sama demand," tuturnya. Jadi kesesuaian demand sama supply itulah yang membuat diler itu confident sekarang. (ari/int)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template