Motor Pintar Diusulkan Jadi Armada Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Motor Pintar Diusulkan Jadi Armada Sampah

Motor Pintar Diusulkan Jadi Armada Sampah

Written By Admin Raka on Sabtu, 02 Juni 2018 | 14.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pemerintah Kecamatan Telukjambe Barat berencana mengalihfungsikan motor pintar menjadi kendaraan pengangkut sampah. Untuk itu hanya perlu sedikit perubahan dari bentuknya semula yang tertutup karena digunakan sebagai kendaraan yang mengangkut buku menjadi menjadi bak terbuka. "Kalau kendaraan operasional motor pintar milik Dinas Perpustakaan ini sudah tidak bisa dioptimalkan lagi, kami berpikir akan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan yang lain. Misal sebagai sarana untuk angkut sampah. Hanya perlu perlu diubah bentuknya saja," ucap Camat Telukjambe Barat Maman Suryaman, kemarin.

Maman, menanggapi pernyataan Anggota Komisi A DPRD Karawang Ahmad Fajar yang menyatakan penggunaan barang milik pemerintah bisa dialihfungsikan asalkan ada yang  bertanggungjawab terhadap kegunaan barang tersebut. Untuk itu memang perlu ada penilaian dari bagian Aset BPKAD supaya bisa memutuskan, apakah aset tersebut masih bisa digunakan atau sebaiknya diusulkan agar dilakukan penghapusan dari daftar aset. Mengenai barang milik daerah sudah sepatutnya dipergunakan secara baik sebagaimana tujuan awal pengadaannya
 barang.

Dilanjutkan Maman, Bentuk dasar motor pintar menyerupai motor caktor, hanya kalau motor pintar baknya tertutup untuk caktor terbuka. "Kalau kita amati, motor pintar kan, punya tempat menyerupai kotak besar, kenapa tidak kita gunakan untuk kendaraan pengangkut sampah saja di lingkungan Kecamatan Telukjambe Barat, kan bisa bermanfaat jika kita ubah sedikit, kotaknya itu tinggal dipotong atasnya, jadi deh, motor pengangkut sampah," Ucap Camat Maman.

Untuk itu camat Telukjambe Barat tersebut meminta Kasi Trantib H. Ocang SH agar mengusulkan kepada dinas terkait terhadap rencana perubahan penggunaan motor itu, agar bisa diubah peruntukannya, kendati diakui Ocang prosesnya tidak mudah. Namun Ocang tetap berusaha untuk mendapatkan surat secara resmi dari Dinas Perpustakaan, agar kendaraan operasional itu bisa dilakukan perubahan peruntukannya agar bisa digunakan secara aktif.

"Sayangkan, daripada tidak digunakan. Sebelumnya, bahkan saya sebagai operator pembawa motor itu selalu berkeliling sampai ke perkampungan warga, ke sekolah-sekolah dan antusias anak-anak amat tinggi. Hanya saja, buku-buku saya bawa itu-itu saja tidak ada penambahan sehingga membuat anak-anak bosan. Ditambah lagi kondisi motor sendiri membutuhkan perawatan sementara untuk itupun tidak ada anggaranannya," ucap Ocang. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template