Kades Ngemis THR - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Ngemis THR

Kades Ngemis THR

Written By Admin Raka on Rabu, 06 Juni 2018 | 12.00.00

Saber Pungli Mulai Bergerak

KARAWANG, RAKA - Diguyur miliaran rupiah setiap tahun lewat dana desa hingga bantuan gubernur, tidak membuat beberapa kepala desa kuat menahan godaan menambah pundi-pundi memanfaatkan keberadaan perusahaan di wilayahnya. Istilah yang biasa mereka gunakan adalah tunjangan hari raya (THR). Meski sebetulnya THR adalah hak seorang pekerja dari majikan.

Melihat fenomena itu, Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Karawang Alek Sukardi, menjelaskan jika permintaan THR terhadap perusahaan tidak boleh. "Kades tidak kerja untuk perusahaan, jadi tidak layak minta THR kepada perusahaan. Kalo saya memberi saran silahkan lakukan pendekatan pribadi kepada pengusaha, pasti mereka juga akan paham," jelas Alek kepada Radar Karawang, Selasa (5/6) kemarin.

Ia melanjutkan, larangan minta THR kepada perusahaan diluar pekerja juga ditegaskan oleh Polri lewat surat edaran, yang menyatakan tidak boleh ada kekuatan apapun meminta THR kepada pengusaha atau sektor usaha. "Kalau saya tetap berprinsip tidak boleh. Coba saja satu unsur masyarakat dibolehkan minta THR, maka akan kacau iklim usaha di Karawang," ujarnya.


Sebetulnya, kata Alek, jika pemerintah desa berpikir prospektable, hal seperti ini bisa diantisipasi. "Gak usah sekarang ributnya, hari ini mah udah execution time, bukan planning time," tegasnya.

Kepala Desa Purwadana E Heryana mengatakan, KPK terus memantau kepada barisan plat merah, karena tidak diperbolehkan untuk menerima THR. Namun untuk saat ini dengan adanya Peraturan Presiden tentang THR, kembali ramai di masyarakat. "Salah besar jika seorang kepala desa mengemis THR kepada perusahaan di lingkungannya. Tapi kalau dikasih ya terima aja," pungkasnya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pun bereaksi mendengar itu. Dia menegaskan akan memberikan sanksi kepada kades yang berani meminta THR kepada pengusaha. "Pemimpin desa itu memang dekat dengan para pengusaha yang ada di wilayahnya, tapi jika melakukan permintaan secara intimidasi ancaman surat menyurat dan lainnya itu tidak dibolehkan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Cellica, dalam waktu dekat akan memberikan surat bagi kepala desa yang melakukan intimidasi kepada pengusaha. "Harapan saya tidak terjadi lagi. Karena kemarin Tim Saber Pungli saja sudah berkomunikasi dengan saya, karena perbuatan yang dilakukan salah satu kades itu masuk pungli," ujarnya.

Ia melanjutkan, persoalan ini harus menjadi bahan evaluasi bagi sang kades, karena sudah berani meminta-minta kepada pengusaha untuk mendapatkan THR. "Kalau masih terjadi lagi, saya akan tindak dengan saber pungli. Dan pelakunya itu harus ditangkap. Bagi yang sudah ketahuan kita akan surati kepala desa yang bersangkutan yang melakukan pungutan THR secara paksa," ucapnya. (apk/rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template