Jembatan Ciampel - Klari Ditagih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Ciampel - Klari Ditagih

Jembatan Ciampel - Klari Ditagih

Written By Admin Raka on Senin, 04 Juni 2018 | 14.45.00

Warga tak Sabar Nunggu Realisasi

CIAMPEL, RAKA - Masih belum ada realisasi pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Ciampel - Kecamatan Klari di sekitar Walahar membuat warga kembali mempertanyakan kejelasannya. Pasalnya jika jembatan penghubung itu tidak kunjung diperbaiki, maka aktivitas warga akan terus terhambat.

"Katanya mau diperbaiki, janjinya doang, sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda kejelasannya," ujar Cep Elih kepada Radar Karawang, Minggu (3/6).

Padahal, dia menambahkan, yang berjanji bukan sekelas pejabat biasa, melainkan bupati Karawang secara langsung. Namun sudah memasuki pertengahan tahun 2018, pembangunan belum kunjung dilakukan. "Jangan sampai warga antipati terhadap pemerintah," katanya.

Hal senada disampaikan oleh warga yang biasa melintasi jalan tersebut, Hasan, menurutnya kalau saja ada jembatan yang lebih besar dan bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat secara bersimpangan, maka aktivitas warga akan lebih lancar. "Sekarangkan kalau lewat situ pakai mobil harus bergantian. Padahal ini akses vital penghubung dua kecamatan. Apalagi Ciampel merupakan daerah kawasan industri yang banyak dikunjungi orang luar," ujarnya.

Oleh karenanya, dia mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera merealisasikan janji yang sebelumya sudah diumbar tersebut. Jangan sampai janji itu hilang ditelan waktu dan warga hanya dibodohi saja. "Padahal akan banyak perubahan termasuk dari sisi perekonomian masyarakat jika aksesnya makin mudah," ujar warga Mekarjaya, Kecamatan Klari ini.

Sebelumnya Ketua RT di Dusun Walahar, Jejen juga pernah mengatakan, bahwa sudah lama masyarakat khususnya di wilayah Walahar mengajukan permintaan pembangunan jembatan. sebab, jika hanya mengandalkan jembatan bendungan walahar yang hanya memiliki luas jembatan tidak lebih dari 2 meter maka aktivitas warga cukup terhambat. "Tidak ada lagi jalan selain jembatan Walahar, itu satu-satunya akses," ucapnya.

Kepala Desa Walahar, Sardi Anwar Surendra mengaku bukan tidak ingin mengambulkan permintaan warganya tersebut. Karena hampir setiap tahun baik di musrenbang desa dan bahkan kecamatan pengajuan jembatan selalu dilakukan. Naum sampai saat ini belum dikabulkan. "Sudah sering saya ajukan juga, tapi tahu sendiri sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah daerah," akunya.
Camat Klari M Rachmat pernah menyampaikan, jembatan tersebut sudah masuk dalam skala prioritas untuk pembangunan tahun anggaran 2019. "Alhamdulillah, waktu musrenbang, masuk untuk pembangunan 2019," katanya.

Dia menyampaikan, memang harus dibangun jembatan baru, karena kondisi jembatan bendungan Walahar sebagai penghubung dua kecamatan itu kondisinya sudah memprihatinkan. Dia merasa khawatir jika jembatan tersebut putus, karena aktivitas warga bisa terganggu. "Kalau putus aktivitas warga bagaimana," tambahnya. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template