Investor Serang Tirtamulya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Investor Serang Tirtamulya

Investor Serang Tirtamulya

Written By Admin Raka on Rabu, 20 Juni 2018 | 14.00.00

TIRTAMULYA, RAKA - Menjadi daerah pengembangan perumahan dan bisnis membuat lahan sawah di Tirtamulya semakin menipis. Dampaknya harga sawah terus meningkat sehingga para pemilik sawah tidak tahan untuk mempertahankan lahan sawah miliknya.

Seperti yang disampaikan oleh Jauhari, warga Karangsaga, Desa Karangsinom Kecamatan Tirtamulya, karena akses jalan menuju desanya sudah bagus dan mulai diperlebar, maka banyak lahan sawah terutama yang ada di pinggir jalan dijual. Untuk harganya juga terus meningkat yang tadinya permeter hanya puluhan rupiah kini sudah sampai ratusan rupiah. "Banyak yang mulai jual sawah, karena sudah banyak orang yang datang ke sini nanya-nanya sawah," ujar Jauhari, kepada Radar Karawang, Selasa (19/6).

Dia menyampaikan, warga juga sebenarnya banyak yang bertanya soal perluasan wilayah. Karena Tirtamulya yang dulunya didominasi oleh lahan pertanian berupa sawah, kini mulai banyak berdiri perumahan. Bahkan setelah banyak perumahan, sudah banyak diperbincangan di kalangan warga bahwa Tirtamulya akan menjadi titik bisnis juga. "Katanya akan ada pengembangan tempat bisnis juga," tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh tokoh masyarakat Kotabaru yang tinggal di perbatasan Tirtamulya, Iwa Kartiwa, menurutnya para pemilik sawah sudah banyak menjual sawah. Karena tergiur oleh uang yang dibawa para investor untuk membangun Tirtamulya, terutama untuk pembangunan perumahan. "Dulu mah cuman Tp25 ribu permeter, sekarang mah bisa Rp250 ribu bahkan lebih. Makanya banyak yang ingin jual sawah," bebernya.

Bukan hanya itu, bahkan di sekitar Karangsinom beredar akan dibangun tempat bisnis erpadu seperti pasar, terminal dan lain sebagainya. Oleh karenanya dia menilai wajar warga berbondong-bondong menjual lahan karena harganya memang terus naik. "Kalau butuh uang mau gimana lagi. Tapi seharusnya memikirkan nasib anak cucunya sih," ujarnya.

Anggota DPRD Karawang H Danu Hamidi bahkan ikut menyoroti fenomena tersebut, meski secara kebijakan dirinya menahan agar warga tidak jor-joran menjual lahan sawah yang ada. Namun dia sendiri memperkirakan lambat laun semua sawah yang ada di sepanjang jalan utama Tirtamulya akan habis untuk pembangunan. "Sebenarnya kami tahan dulu, sampai menunggu warga (Tirtamulya) lebih siap untuk menyambut pembangunan dan perkembangan," kata politisi Gerindra.

Karena, tambah Danu, daripada dijual, lebih baik digunakan sendiri untuk menjadi lahan usaha. Karena memang sesungguhnya ada aturan dimana lahan sawah teknis yang ada di sepanjang jalan diperbolehkan untuk menjadi daerah pengembangan. "Makanya kebijakan cenderung selalu berubah. Yang terpenting adalah mental warganya siap untuk menyambut perkembangan. Jangan sampai tersisihkan," ujar dewan yang terpilih dari dapil lima itu. (zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template