Harga Rajungan Melejit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Rajungan Melejit

Harga Rajungan Melejit

Written By Admin Raka on Senin, 11 Juni 2018 | 15.30.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Sejak Maret lalu harga rajungan tangkapan laut masyarakat Nelayan Pasirputih Desa Sukajaya terus melejit. Selama puasa ini rajungan yang biasa Rp 80 ribu/kg dipatok hingga mencapai Rp 120 ribu/kg.

Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasirputih Wardi Malak, harga rajungan diakuinya sedang merajai pasar hasil tangkapan laut. Sebab, cuaca yang stabil dan angka perompakan yang minim membuat rajungan yang sedang melimpah ini diburu para nelayan karena harganya dibanderol tinggi oleh permintaan pasar, baik untuk kualitas ekspor, kebutuhan restauran maupun bahan makanan olahan lainnya.

Semula, harga rajungan Rp 80 ribu/kg angka itu paling stabil, sebab selama ada perompakan dan cuaca ekstrem harga rajungan sampai anjlok di posisi harga Rp 40 ribu/kg.

Namun saat ini, sejak Maret - Juni, harga rajungan terus merangkak naik, bahkan di posisi Rp 120 ribu/kg. Kemungkinan, selain permintaan pasar selama ramadan dan idul fitri cukup tinggi, rajungan yang didapat para nelayan di laut Sumatera dan Kalimantan ini juga stabil karena tidak ada perompakan dan pelele yang mengancam harga rajungan ditengah lautan. "Stabilnya diangka Rp 80 ribu/kg, tapi sampai sekarang harga masih tinggi di kisaran Rp 120 ribu/kg," ungkap Wardi.

Kades Sukajaya Abdul Ghofur Astra mengatakan yang diuntungkan selama harga rajungan tinggi tentu saja para bandarnya dan nelayan. Sehingga diharapkan, dengan harga yang tinggi dan tangkapan dengan tonasenya sangat besar, bisa ada pemasukan retribusi ke Manajer TPI agar masuk kas daerah. Sebab, rajungan ini ibarat gabah, dimana saat panen yang dominan diuntungkan adalah para bandar alias Tengkulaknya, sementara retribusinya jarang masuk ke TPI.

Untuk itu sebut Ghofur, ditengah harga yang mencapai Rp 120 ribu/kg, ekonomi para nelayan selama puasa diharapkan bisa terus hidup, dan bisa membantu ekonomi keluarga nelayan. Disamping, tidak melupakan kewajibannya membayar retribusi ke TPI, itu penting agar pajak yang dimasukan ke Kas Daerah itu ada timbal balik pembangunan yang dibutuhkan nelayan, seperti pendangkalan, akses jalan yang mengangkut es balok, maupun lainnya. "Yang untung ya Bandar sama nelayan juga kalau harga tinggi, mudah-mudahan ekonomi nelayan terangkat dengan melimpahnya hasil tangkapan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template