Gubernur Baru Harus Jauh dari Korupsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gubernur Baru Harus Jauh dari Korupsi

Gubernur Baru Harus Jauh dari Korupsi

Written By Mang Raka on Rabu, 06 Juni 2018 | 17.11.00

JAKARTA, RAKA - Masyarakat Jawa Barat diingatkan agar memilih pasangan calon yang bersih dari isu korupsi, baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, sebelum memilih, masyarakat harus berlaku cerdas dengan mencari tahu rekam jejak calon pemimpin mereka, khususnya yang terkait dengan isu tersebut. "Dia pernah terlibat atau pernah keseret kasus korupsi gak?" Katanya kepada wartawan, Senin (4/6).
Adi menyinggung soal adanya Cagub Jabar yang pernah memperoleh penghargaan atas program penanganan anti korupsi, namun di satu sisi, indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya justru yang paling tinggi di Jawa Barat. "Coba di-tracking, ada kan salah satu cagub yang citra ke publik bagus, tapi anomali dengan realitanya; kan indeks persepsi korupsi di daerah yang dipimpinnya tertinggi di Jabar?" jelasnya.
Survei Transparency International Indonesia (TII) pada 2017 menempatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Bandung sebagai kota dengan persepsi suap tertinggi. Persepsi Suap Kota Bandung mencapai 10.8 persen dari total biaya produksi. Survei ini diselenggarakan di 12 kota yang mewakili provinsi masing-masing pada Juli hingga Agustus 2017.
Pada 2015, survei serupa yang dilakukan TII menempatkan Indeks Persepsi Korupsi Kota Bandung berada di level paling rendah. Artinya, Kota Bandung menjadi kota paling korup dari 11 kota yang disurvei TII. Survei dilakukan serentak pada 20 Mei-17 Juni 2015 kepada 1.100 pengusaha dengan menggunakan metode penarikan sampel stratified random sampling.
Pada tahun yang sama, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pernah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012. Kasus yang sebelumnya diduga menggerogoti dana bansos Rp1,3 miliar tersebut sempat menyeret nama Ridwan Kamil karena pernah menjabat ketua BCCF. Namun belakangan Ridwan Kamil menjelaskan bahwa kasus dugaan korupsi BCCF tidak ada masalah. Menurutnya, dana hibah yang diberikan Pemerintah Kota Bandung pada 2012 sudah digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, pertanggungjawaban dana tersebut pun sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan, dan tidak ditemukan masalah.
Pada bagian lain, Adi Prayitno mengingatkan agar publik tidak hanya melihat popularitas calon gubernur yang akan dipilih, tetapi harus cermat melihat rekam jejak calon berdasarkan data runtun waktu dalam beberapa tahun sebelumnya. (sam/rm)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template