Dibawah 6 Tahun Dilarang Masuk SD - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dibawah 6 Tahun Dilarang Masuk SD

Dibawah 6 Tahun Dilarang Masuk SD

Written By Admin Raka on Selasa, 05 Juni 2018 | 17.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Tepat 1 Juli mendatang merupakan batas perhitungan usia anak bisa masuk SD atau tidak. Sebab, melalui Peraturan Kemendikbud Nomor 14 tahun 2018 pasal 6 disebutkan bahwa batas usia anak masuk SD adalah minimal 6 tahun per 1 Juli. Jika kurang dari itu, tidak bisa berlanjut kecuali menunggu di usia wajib 7 tahun.

Penilik Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Wetan Aih Supriyadi mengatakan usia masuk SD si anak dibatasi tidak boleh kurang dari 6 tahun per 1 Juli, betapapun sudah memiliki Ijasah PAUD misalnya, selama usia belum memenuhi sistem tidak memperbolehkan. Sebab, NISN dan Dapodik akan mencatatkan siswa SD mulai kelas 1 itu usianya harus 6 tahun ke atas, kecuali dalam aturan Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tersebut, bagi siswa yang kurang dari 6 tahun bisa masuk SD dengan syarat memiliki kecerdasan istimewa yang dibuktikan oleh ahli indikatornya, seperti Psikolog.

Karena, tanpa itu, terang Aih, mau tidak mau, si anak tidak bisa masuk SD sementara dalam setahun, bahkan walaupun sudah punya Ijasah si anak bisa masih di PAUD agar tidak jenuh saat nanti setahun menjelang masuk SD. "Dalam aturan tidak boleh kurang dari 6 tahun masuk SD, kurang sehari saja atau per 1 Juli, ya gak bisa kecuali dengan syarat khusus," katanya.

Lebih lanjut Aih menambahkan, kalau usia anak 7 tahun tanpa PAUD sekalipun wajib masuk SD. Hanya saja, kalau anak lulusan PAUD itu bisa berkesinambungan NISN kemudian juga pendataan identitas anak yang berkelanjutannya lebih tertata, makanya Disdikpora wajibkan PAUD minimal setahun bagi anak. Ia berharap, bagi orangtua atau wali murid tidak memaksakan kehendak jika anaknya usia per 1 Juli masih kurang dari 6 tahun harus masuk SD, karena sistem sudah mengatur. Sebab kalau dipaksakan, tidak koneksi antara usia dengan pendataan nanti di Dapodik dan NISNnya. "Janganlah memaksakan kehendak, karena ini sistem, semoga semuanya bisa memahami ini," ungkapnya.

Koorwilcambidik Kecamatan Cilamaya Wetan, Mohammad Yahya Hambali mengatakan, semua anak berhak sekolah, tapi aturan yang membatasinya. Karenanya, PPDB yang di mulai 5 Juni ini, diharapkan sudah siap disemua SD yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan. "Semoga PPDB nya lancar, karena kami sudah sosialisasikan soal aturan ini ke masyarakat untuk bisa dipahami," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template