Demi PMMS Rela Antre Sampai Malam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Demi PMMS Rela Antre Sampai Malam

Demi PMMS Rela Antre Sampai Malam

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Juni 2018 | 12.15.00

Guru Selonjoran Hingga Tiduran di BJB

KARAWANG, RAKA - Ribuan guru dan bendahara SD di Karawang nampaknya kesulitan saat hendak mencairkan Program Peningkatan Manajeman dan Mutu Sekolah (PMMS) jelang masa cuti pegawai negeri sipil (PSN), Kamis (7/6) kemarin.

Pasalnya, selain kantor Kas BJB di setiap kecamatan kehabisan uang, pencairan melalui giro membuat para guru terpaksa rela antre pencairan dana yang baru cair setelah 6 bulan tersebut di BJB Cabang Karawang, karena loket yang dibuka hanya satu. Jika PMMS dengan besaran Rp 63 ribu per siwa SD per tahun dan SMP Rp 110 ribu per siswa per tahun tidak bisa dinikmati mulai Jumat (8/6), honorarium honorer, guru dan operasional lainnya terancam loncat sehabis lebaran.

Kepala SDN Pasirtalaga 3 Kecamatan Telagasari Dede Suherman mengatakan, seharusnya saat pencairan PMMS tidak terjadi antrean di BJB. Ia pun kesal melihat bendahara dan kepala sekolah merasa seperti TKW yang menunggu giliran diterbangkan ke luar negeri, ada yang duduk di lantai, bahkan ada yang sampai ketiduran. "Kita merasa dihinakan, tak ada guna pelayanan bisa online, tidak berguna juga ada pelayanan di tiap kantor kas Kecamatan, mengapa bisa begitu," sesal ketua PGRI Cabang Telagasari ini.

Bendahara SMPN 2 Lemahabang Ijen mengeluh saat para kepala sekolah dan bendahara SD antre di BJB. Menurutnya, antrean semrawut karena selain pencairan dilakukan di kantor cabang, juga karena hanya satu loket. "Bayangkan, mau pencairan cuma buka satu loket, parahkan. Biasanya antrean dan pelayanan di warung BJB juga bisa, karena layanan ini sudah online," ujarnya.

Wakasek SMPN 1 Cilamaya Chatim Sumpena mengatakan, terjadinya antrean di BJB banyak kemungkinannya. Selain ada yang ngambil gaji THR, juga PMMS yang di satu loket kan. Sebab, saat ini langsung ke rekening masing-masing. "Soal antrean yang amburadul sejak Kamis pagi dan jam kerja BJB, kemungkinan BJB tidak siap melayani secara optimal menjelang cuti bersama. Karena hari Jumat adalah hari terakhir kerja para PNS," tuturnya.

Bahkan sebut Chatim, semua bank di Cilamaya sejak Rabu saja sudah kehabisan uang. Sampai-sampai ATM juga kosong tidak ada uangnya. "Sepertinya BJB gak siap, karena di kantor kas Cilamaya dan bank lain juga kehabisan uang. Bahkan ATM juga gak ada uangnya," keluhnya.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cilamaya Kulon Nur Syahroni mengatakan, seharusnya pencairan masih bisa di kantor cabang pembantu wilayah masing-masing. Menurutnya kemungkinan antrean yang semerawut itu terjadi akibat bentrok dengan pencairan THR PNS dan pensiunan. Untuk Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Banyusari dan Jatisari aktivasinya ke Kantor KCP BJB yang di Cikampek, agak lancar tidak seperti di Karawang. "Antre aktivasi saja, kalau sudah diaktivasi gironya bisa dicairkan di KCP wilayah masing-masing sebenarnya," kata Kepala SDN Langgensari II ini.

Koorwilcambidik Kecamatan Karawang Timur Udin Mahpudin mengatakan, enam bulan PMMS baru dicairkan, dimana urutan golongan yang tertinggi menerima adalah guru, pengawas dan honorer. Kepsek dan bendahara sebenarnya bisa aktivasi layanan secara online, namun sepertinya tidak bisa tertampung akibat banyaknya uang yang hendak dicairkan. Termasuk pencairan PMMS untuk SMP. Jika seandainya PMMS tidak cair Jumat ini, sebut Udin, maka guru honorer juga terancam belum bisa menerima tambahan penghasilan sebelum lebaran ini. Makanya semua kepala SD dan bendaharanya bergerak cepat, baik aktivasi maupun pencairannya. "Harapan kita semoga BJB sigap dengan optimal hari Jumat ini, karena terakhir kan," katanya.

Koorwilcambidik Kecamatan Telagasari Abdul Aziz mengatakan, proses pencairan PMMS ini sama seperti mengambil bantuan operasional sekolah, yaitu memggunakan giro. Sayangnya gironya ini baru diambil bersamaan dengan pencairan. Sehingga di KCP kecamatan ditolak karena uang yang ada tidak mencukupi. "Giro diambil bersamaan dengan pencairan ya ditolak, karena uang yang di KCP terbatas," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template