Cilok Mamah Bandung Enak Pisan Euy - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cilok Mamah Bandung Enak Pisan Euy

Cilok Mamah Bandung Enak Pisan Euy

Written By Admin Raka on Minggu, 10 Juni 2018 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Sebagai pelopor sajian cilok (aci dicolok) kekinian di wilayah Loji, Kecamatan Tegalwaru, Kedai Mamah Bandung yang berada di Kampung Cipeuteuy, Lebak, Desa Mekarbuana, memiliki penggemar dari segala daerah.

Hal itu dibuktikan oleh beberapa postingan di jejaring sosial seperti Facebook dengan ID Page putrinya, Keyzora aquascape yang sering memposting Cilok Mamah Bandung, yang dishare dan mendapatkan tanggapan hingga berbagai kalangan dan lapisan umur.

Bahkan peminatnya bukan saja di lingkungan Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan, bahkan dari Telukjambe barat pun sengaja datang ingin membeli Cilok Kedai Mamah Bandung dengan bumbu kacang kental itu.


Lalu apa rahasianya hingga banyak orang kesemsem dengan Cilok Mamah Bandung. Radar Karawang berkesempatan mengunjungi dapur produksi yang diolah sendiri oleh pemilik Cilok Mamah Bandung, yaitu Aar Yudilawati. Dia memeberkan, Cilok adalah jajanan yang terbuat dari aci atau tepung kanji. Bentuknya bulat dan banyak orang yang menyantapnya dengan cara ditusuk menggunakan lidi. "Dulunya cilok dibuat sangat sederhana. Namun perkembangannya, cilok dibuat dengan banyak sekali varian," ungkapnya, kemarin.

Tapi kata Aar, cilok yang dibuatnya masih memiliki rasa khas klasik dengan bumbu kacang khasnya.
"Dan memang, cilok yang dulu itu, cilok bumbu kacang kental dengan sedikit rasa pedas yang dibarengi rasa manis," ujarnya.

Akan tetapi seiring zamannya kini, Aar mulai mengembangkan varian cilok. Mulai dari isi abon hingga daging sapi. "Variasi isi cilok ini membuat banyak orang semakin berminat untuk berburu cilok," ungkap Aar.

Menurutnya, salah satu isi cilok yang sangat populer adalah cilok isi ayam. Membuatnya tidak berbeda jauh dengan membuat cilok konvensional. "Caranya cukup mudah," tandasnya.

Ia melanjutkan, konsumen di wilayah selatan Karawang sangat menyukai cilok buatannya. Selain rasa, harga juga jadi barometer minat beli mereka. Hal itu yang membuat dirinya berpikir keras, bagaimana cilok yang ada bisa mudah, sederhana, tidak mahal dan rasanya menjadi ciri tersendiri sehingga pembeli penasaran lagi dan lagi ingin merasakannya.

"Tapi sayang, saya tidak bisa membuat cilok dengan kuantitas banyak," tuturnya.
Selain menjajakan cilok, dia juga lelah dengan pekerjaan lain yaitu mengurus cucu. "Sebagai seorang nenek yang cukup bahagia dengan kehadiran cucu yang kini menemani masa tua saya, makanya saya sudah tidak berjualan banyak-banyak," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template