Bocah SD Dicabuli Tujuh Anak SMP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bocah SD Dicabuli Tujuh Anak SMP

Bocah SD Dicabuli Tujuh Anak SMP

Written By Admin Raka on Jumat, 22 Juni 2018 | 12.00.00

Di Tanggul Irigasi Telagasari

TELAGASARI, RAKA - Moral anak-anak di bawah umur semakin tidak terkontrol. Lebaran belum genap seminggu berlalu, peristiwa pelecehan seksual terjadi di Kecamatan Telagasari, Senin (18/6) malam.

Gadis yang baru lulus SD asal Kecamatan Telagasari, disebut-sebut sudah digagahi tujuh bocah SMP di tanggul irigasi Dusun 1, Desa Kalibuaya.

Meskipun diragukan sampai berhubungan seksual, namun gadis yang diketahui lehernya memerah dugaan bekas cumbuan, membuat tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karawang bertindak cepat melakukan pendampingan dan visum.

Kepala dusun di tempat kejadian perkara (TKP) Darna mengatakan, gadis yang akan duduk di bangku SMP ini berteman dengan salah seorang siswi SMP Telagasari. Pada Senin sore, korban dibawa teman perempuannya ini menemui orang yang diduga adalah pacarnya asal Desa Kalibuaya. Namun, bocah tersebut mungkin tidak tahu bahwa yang ditemui temannya itu bukan saja pacarnya, tetapi juga teman laki-laki pacarnya. Sejurus kemudian, tempat nongkrong yang biasa dijadikan tempat bermain gitar dan musik bocah-bocah ingusan nampak sepi. Ia tahu siapa saja anak-anak yang sering nongkrong tersebut, baik alamatnya maupun sekolah tempatnya belajar karena langganan sering terjadi cekcok dan meresahkan masyarakat.

Walhasil, sampai malam hari, bocah tersebut diduga sudah digagahi teman-teman pacarnya yang disebut-sebut asal Desa Cilewo tersebut. Bahkan, kepada orangtuanya, dia izin menginap di Cilewo, rumah teman perempuan si gadis ini. "Awalnya, korban main ke teman perempuannya di Cilewo, kemudian dibawa main ke bocah laki-laki yang kemungkinan pacarnya tak jauh di irigasi Kalibuaya. Ternyata teman laki-lakinya ini banyak, " kata Darna kepada Radar Karawang, Kamis (21/6) kemarin.

Korban pulang ke rumahnya Selasa (19/6) pagi, namun orang rumah kaget melihat leher bocah itu merah penuh yang diduga bekas cumbuan. Kemudian diinterogasi lebih jauh hingga sampai ada selentingan pengakuan tujuh orang anak SMP itu sudah menggagahinya. "Ada yang membuka pakaian, ada yang mencumbu, bahkan menyentuh kemaluan. Namun keadaan korban stabil, tidak sedang dicekoki miras atau obat-obatan lainnya," ungkap Darna.

Ia melanjutkan, kemungkinan tidak sampai terjadi hubungan seksual, karena situasi tempat tersebut cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan. Meski demikian, pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini kepada muspika kecamatan, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak hingga P2TP2A untuk pendampingan lebih lanjut. "Kemungkinan gak sampai hubungan seksual mah melihat TKP yang banyak lalu lalang kendaraan," ujarnya.

Anggota Satpol PP Telagasari Kartawijaya mengatakan, kasus dugaan pelecehan seksual ini menimpa bocah yang baru lulus SD. Saat ini didampingi oleh P2TP2A. Walaupun ada dugaan tidak sampai berhubungan intim, namun dari pendalaman kronologis ada kejadian sampai menyentuh organ intim si korban. Untuk itu dilakukan visum untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Korban, temannya dan bocah usia SMP yang diduga pelakunya, semuanya di bawah umur," ujarnya.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Diah Handini Resioetomo mengatakan, di hari pertama kerja, dirinya mendapati dua laporan. Pertama soal KDRT dan yang kedua kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang pelakunya juga di bawah umur. "Insya Allah kita siap dampingi terus sampai tuntas. Kejadiannya sudah agak lama sih, tapi baru buat laporan tadi pagi," katanya.

Menurutnya, kasus tersebut selain sudah masuk data formatan laporan ke dinas, juga sudah ditangani P2TP2A. Bahkan menurut informasi yang didengarnya sudah masuk laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang. "Sampai saat ini masih menunggu hasil visum, dimana si anak saat ke RSUD, dinas dan P2TP2 ini didampingi psikolog dan tim relawan," tuturnya.
Kasie Perlindungan Anak Dinas PPA Karawang Syarif saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan lebih jauh. "Nanti besok saja ya keterangannya, di kantor ya," katanya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template