Anak 4 Tahun Dapat Undangan Mencoblos - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak 4 Tahun Dapat Undangan Mencoblos

Anak 4 Tahun Dapat Undangan Mencoblos

Written By Admin Raka on Kamis, 28 Juni 2018 | 14.45.00

Kades Karyamulya Minta Ada Evaluasi


BATUJAYA, RAKA- Ratusan warga di Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya mengeluh karena tidak mendapatkan surat undangan dari pihak panitia penyelenggara, meskipun terdapat kebijakan jika tidak mendapatkan undangan tetap bisa memilih menggunakan KTP, namun hal tersebut tidak digunakan warga karena kecewa dan memilih tidak datang ke TPS.

Menurut salah seorang warga, Halimah, berbeda denga pemilihan-pemilihan lainnya. Dalam pemilihan gubernur kali ini, ia beserta keluarganya tidak mendapatkan surat undangan dari pihak panitia. Padahal, setiap kali di adakan pemilihan untuk menyalurkan suaranya, ia beserta keluarganya selalu mendapatkan undangan untuk mencoblos. “Gak ada undangan untuk mencobolos, tapi untuk mneyalurkan suara saya, saya pakai KTP,” katanya, kepada Radar Karawang.

Sedangkan menurut Kepala Desa Karyamulya, Alek Sukardi, di desanya terdapat kurang lebih 20 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak mendapatkan surat undangan, dan hal ini merupakan hal terparah sepanjang sejarah pemilu. Diketahui, khususnya di TPS 008 dari jumlah DPT 660, yang menerima undangan hanya 440. Sedangkan, warga yang ikut mencoblos hanya 240 jiwa. “Kalau di jumlah dalam satu desa, ada sekitar 900 orang yang tidak menyalurkan hak pilihnya,” terang Alek.

Lebih parahnya lagi, banyak warga yang harus mencoblos di TPS yang berada jauh dari tempat tinggal, dan hal tersebut membuat warga malas untuk menggunakan hak pilihnya. Dalam kesempatan yang sama, ketika orang dewasa  yang cukup usia sebagai pemilih tidak mendapat undangan, justru ada seorang anak berusia 4 tahun yang justru mendapatkan undangan tersebut. “Banyak tetangga saya yang gak ikut mencoblos, karena gak mendapatkan undangan, sekalipun bisa, waktunya kan harus siang setelah selesai semua yang di undang. Karena keburu siang, mereka pada ogah dan lebih baik mencari nafkah,” ujarnya.

Sampai saat ini dirinya mengaku kebingungan dengan pendataan yang di lakukan pihak pemerintah,dan berharap pihak terkait bisa melibatkan pihak desa dalam melakukan pendataan, sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini. “Pihak desa akan lebih tahu kondisi dan keadaan warganya. Kalau orang dewasa tak mendapatkan undangan dan justru malah anak kecil yang mendapatkan undangan, harus ada evaluasi besar-besaran setelah perhelatan pigub ini sebelum beranjak ke pemilihan lain,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template