Warung Dilarang Buka Siang Hari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warung Dilarang Buka Siang Hari

Warung Dilarang Buka Siang Hari

Written By Admin Raka on Senin, 28 Mei 2018 | 14.30.00

CIAMPEL, RAKA - Upaya tenaga kerja pemerintahan Desa Kutapohaci Kecamatan Ciampel yang sebelumnya berencana akan menutup lokasi pedagang jualan warung makan di sepanjang jalan di bulan puasa sebelum sore nampaknya sulit. Pasalnya masih banyak pemilik warung yang menyediakan makanan bebas berjaulan di siang hari.

Seperti yang nampak terlihat salah satu warung makan di Ciampel yang membuka usahnya tersebut di siang bolong. Meski seminggu awal bulan puasa kemarin tutup selang beberapa hari kemudian saat ini sudah mulai buka lagi.

Sekretaris Desa Kutapohaci, Nandang mengatakan, untuk menertiban bulan puasa nanti, bukan hanya penjual minuman keras dan judi saja yang akan ditutup. Namun juga akan menutup usaha yang bisa membuat setiap orang yang menjalankan puasa tidak menjalankan kewajibannya di bulan Ramadan. "Kalau di sini sudah rutin setiap bulan Ramadan semua warung makanan tutup, kecuali menjelang sore mau buka puasa," terangnya.

Siapa sangka, program tersebut ternyata sudah berjalan selama dua tahun ini.  Awalnya kata Nandang, jika para pemilik warung masih nekat untuk membuka usahanya di siang hari seperti biasa, setelah disampaikan surat pemberitahuan maka akan dilakukan penutupan. "Kita kasih dulu surat pemberitahuan untuk menutup usaha makanan di sianghari, lalu tutup (jika ada yang melanggar)," tuturnya.

Program tersebut tidak serta merta dilakukan oleh pihak desa malainkan merupakan hasil musyawarah yang diikuti oleh masyatakat dan akan menjadi program tahunan ke depannya. Bagi dia, sudah semestinya sebagai umat islam harus menghargai antar sesamanya jikapun buka harus berada di tempat tertutup. "Minimal tidak pulgar atau terbuka seperti hari biasanya," katanya.

Namun, pada kenyataannya, masih banyak warga Ciampel yang membuka usaha makanan di siang hari sehingga memudahkan bagi siapa saja yang ingin berbuka puasa.

Sebelumnya Sekretris Kecamatan, Muholik menyampaikan, jika perlu seluruh desa bisa menjalankan program mentup warung di siang hari selama Ramadan sebagai sikap saling menghargai. "Baru tahu, bagus juga kalau bisa seluruh desa menerapkannya," ungkapnya.

Salah satu pemilik warung makan di Desa Kutapohaci, Ai (35) mengaku, bahwa selama Ramadan usaha yang sudah digelutinya selama puluhan tahun itu hanya buka di sore menjelang malam saja. Meski tidak seperti biasanya, namun berharap bisa membawa berkah bagi keluarganya. "Tutup sih, bukannya paling sore sama malam aja," akunya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template