Warga Bogor Belanja di Pasar Loji - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Bogor Belanja di Pasar Loji

Warga Bogor Belanja di Pasar Loji

Written By Admin Raka on Selasa, 22 Mei 2018 | 14.00.00

TEGALWARU, RAKA - Warga Kabupaten Bogor dan Purwakarta belanja kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Loji, Kecamatan Tegalwaru. Bahkan sejak puasa pertama pengunjung pasar warga luar Karawang itu terus mengalami peningkatan. Sayangnya, karena tidak ada tempat parkir pengunjung memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan, sehingga sering dikeluhkan jadi penyebab kemacetan di ruas jalan depan pasar tersebut.

Kasi Trantib Kecamatan Tegalwaru Kiki Baehaki, ketika dikonfirmasi perihal kemacetan yang terjadi di depan Pasar Loji, tidak menampik jika selama ramadan ini banyak kendaraan yang diparkir di pinggir jalan depan Pasar Loji. Akibat pemanfaatan bahu jalan menjadi tempati parkir badan jalan menjadi menciut hingga sering mengakibatkan macet di ruas tersebut. "Secepatnya kita akan tertibkan, sebab tidak boleh bahu jalan dijadikan tempat parkir," ucap Baehaki.

Masih dikatakan Kiki, penataan parkir di depan Pasar Loji terlihat sangat semerawut. Baik kendaraan mobil maupun motor diparkir tak beraturan di sisi kiri jalan. Akibatnya, jalan tersebut selalu macet, terutama saat pagi hingga siang hari. "Pasar Loji memang pasar tradisional terbesar di wilayah selatan Karawang. Yang belanja ke pasar itu bukan cuma warga Karawang tetapi juga warga Bogor, Bekasi dan Purwakarta," tandas Kiki.

Sementara itu Irfan (35) pembeli asal Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, mengatakan kondisi kemacetan di depan Pasar Loji sudah berlangsung bertahun-tahun. "Petugas parkirnya sepetinya tidak mampu menata kendaraannya untuk meminimalkan pemanfaat bahu jalan sebagai tempat parkir. Ditambahkan lagi, kendaraan-kendaraan barang sering berhenti dipinggir menurunkan barangnya sehingga sering mengakibatkan kemcetan.

Untuk itu Irfan, secara tegas meminta pemerintah daerah agar Pasar Tradisional Loji disediakan tempat parkir khusus, sehingga pengunjung yang datang tidak lagi memarkir kendaraannya dipinggir jalan. "Penataan parkirnya kurang maksimal. Pasar harusnya punya lahan parkir sendiri, sehingga tidak mengganggu arus lalulintas," terang Irfan.

Sementara di tempat terpisah Yusul (40) pedagang Kaki Lima Pasar Loji mengatakan jika persoalan kemacetan memang kerap terjadi di setiap pasar. Dan dirinya mengungkapkan, bahwa pasar Loji, sudah banyak mengalah bahkan persoalan pasar hewan yang sudah beralih pun tidak menjadi keluhan para pedagang hewan. "Apalagi kini, pedagang pun diatur, hanya bisa berjualan sampai jam 9 pagi saja, khususnya pedagang kaki lima," ucap Irfan. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template