Waisak di Vihara Buddha Dhamma - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Waisak di Vihara Buddha Dhamma

Waisak di Vihara Buddha Dhamma

Written By Admin Raka on Rabu, 30 Mei 2018 | 12.45.00

Remaja Buddha Membawa Lilin Penerang Batin

KARAWANG, RAKA - Bertindak berucap, berpikir baik, memperkokoh keutuhan bangsa. Tema Hari Raya Tri Suci Waisak 2562 BE, di Vihara Buddha Dhamma, itu sangat jelas. Kekinian. Sekaligus jawaban dari keresahan masyarakat akan situasi bangsa saat ini.

Prosesi Waisak pun terasa syahdu. Saat melakukan puja, ada beberapa orang membawa lilin, dupa, air, bunga, buah-buahan dan manisan ke altar Buddha. Masing-masing media yang dibawa pun mengandung arti. Tidak alakadarnya. Maknanya pun sangat dalam. Misal, lilin melambangkan penerangan, melihat manusia jadi terang sempurna. Dupa berarti keharuman. Air kesucian.
Sebelum prosesi dimulai para remaja Buddha yang tergabung dalam Remaja dan PC Magabudhi Kabupaten Karawang, berkemeja putih, bercelana biru, berkumpul, mematangkan persiapan. Mereka terlihat antusias mengikuti arahan dari pengarah acara.

Pembina Remaja dan PC Magabudhi Kabupaten Karawang Yulius Susilo mengatakan, rangkaian rutin setiap Hari Raya Waisak pasti dilakukan. Seperti melakukan puja, membawa lilin, dupa, hingga manisan ke altar Buddha. "Tema Waisak tahun 2018, bertindak berucap, berpikir baik, memperkokoh keutuhan bangsa di 2562 BE Waisak tahun 2018," katanya kepada Radar Karawang, Selasa (29/5) kemarin.

Ia melanjutkan, yang akan dibawa ke altar Buddha memiliki arti. Lilin melambangkan penerangan dengan melihat manusia jadi terang sempura. Dupa adalah keharuman, air kesucian, bunga tidak kekal karena lama-kelamaan menjadi layu, dan buah-buahan atau manisan tidak juga kekal sehigga berbuah kebahagian. "Itu ajaran Buddha Gotama. Semoga kita berada dalam kedamaian semuanya," paparnya.

Ketua Yayasan Vihara Buddha Dhamma Dendhy Ananda menyampaikan, menyambut Hari Raya Tri Suci, sudah melakukan sebagaimana yang harus dilakukan oleh manusia kepada sesama, yaitu melaksanakan bakti sosial dengan mengunjungi para orang tua di wilayah Karawang. "Agenda hari ini kita melaksanakan sembahyang saja memperingati tiga kejadian. Lahir, mendapatkan wahyu dan meninggal nya Buddha dengan waktu yang sama namun berbeda tahun," katanya.

Meski tidak tahu pasti kapan agama Buddha masuk ke Karawang, namun Dendhy memastikan ada empat lokasi yang menyambut Hari Waisak, yaitu di Warungbambu, Karawang Wetan, Nagasari, dan Tanjungpura. Pihaknya juga akan terus melakukan yang terbaik pada malam pelaksanaan ibadah bersama 200 sampai 600 umat Buddha. "Antusias tetep memperingati banyak, buat amalan seperti dalam Islam itu buat takjil," ujarnya.

Pihaknya juga memanjatkan doa dan berharap negara ini lebih makmur, mengingat tahun ini adalah tahun politik. "Kita semua semoga diberkahi keamanan, kenyaman dan kemakmuran," katanya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template