Truk Batu Ditertibkan Setelah Lebaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Truk Batu Ditertibkan Setelah Lebaran

Truk Batu Ditertibkan Setelah Lebaran

Written By Admin Raka on Kamis, 31 Mei 2018 | 15.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Meski sudah seringkali diprotes namun aktifitas dump truk pengangkut batu masih terus berlangsung. Padahal membawa batu belah maupun split didalam bak terbuka tanpa penutup dapat membahayakan pengendara di belakangnya.

Seperti berlangsung Rabu (30/5) di Jalan Badami Loji ruas Jalan Ciketing, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat. Kendaraan-kendaraan sarat batu split hingga membentuk bukit di bak truk sama sekali tanpa penutup, sehingga timbunan batu splitnya bisa dilihat dari bawah truk. Kuat perkiraan, jika kondisinya seperti itu, apabila ban truk melintasi jalan berlubang dipastikan sejumlah material akan berloncatan ke bawah.

"Jangankan mengendarai kendaraan dibelakangnya melihatnya aja ngeri. Takutnya, ada batu tercecer dan jatuh kebawah dan mengenai pengendara dibelakang truk," ucap Jejen (33) warga Desa Wanakerta. Mestinya, tambah Jejen untuk menghindari terjadinya kecelakaan truk-truk pengangkut batu itu menggunakan penutup, sehingga tidak ada material yang tercecer di jalan raya.

Bahkan, Jejen menambahkan, bukan cuma batu split dan batu belah serta batu kapur, truk-truk itu juga sering terlihat mengangkut tanah merah melintas di ruas jalan Raya Ciketing. "Kemarin juga saya melintas di jalan ini dan saya terkena hempasan tanah uruk saat mengendarai motor waktu mau ke Pasar Kaligandu, Wanajaya. Tadinya saya mau mendahului tapi tidak bisa karena jalanan padat. Jadinya mata saya sakit,” kata Jejen.

Lantaran matanya sakit terpaksa Jejen menghentikan motornya ketika itu dan memilih istirahat terlebih dulu agar dump truk agak jauh jaraknya. Trik seperti itu sering dilakukan Jejen untuk mengatur jarak dengan truk-truk pengangkut meterial di depannya. “Tanah yang mengenai mata saya itu terhempas dari atas truk karena truknya melaju dengan kecepatan tinggi. Jadi tanahnya terempas angin,” tutur Jejen.

Hal senada diungkapkan Karman (30) juga pengendara motor asal Desa Jatilaksana. Dia suka kesal kalau di depannya sudah ada truk. Sementara mau melintasi selalu kesulitan karena terhadang kendaraan dari arah berlawanan, sedang mau antre dibelakang truk juga takut terkena material yang diangkut. Alhasil, tak ubahnya Jejen, pengendara motor inipun sering berhenti di warung untuk memberi jarak dengan truk di depannya. "Harusnya ditertibkan truk-truk pengangkut material berat itu karena merugikan pengguna jalan lain,” tandasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang Arief Bijaksana Maryogo saat berada di Terminal Tanjungpura melakukan pemantauan jalur mudik lebaran 2018 menegaskan akan melakukan tindakan tegas. Dirinya pun mengaku, pelaksanaan penindakan tersebut akan dilakukan selepas lebaran nanti. "Kita akan lakukan penertiban nanti, selepas lebaran, karena saat ini, kami tengah melakukan konsentrasi pada penggunaan jalur mudik terlebih dahulu," ucapnya. (yfn) 
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template