Timun Suri Dipasok dari Rengasdengklok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Timun Suri Dipasok dari Rengasdengklok

Timun Suri Dipasok dari Rengasdengklok

Written By Admin Raka on Minggu, 20 Mei 2018 | 15.30.00

Sehari Pedagang Dapat Rp 3 Juta

KARAWANG, RAKA- Saat memasuki bulan Ramadan, timun suri adalah salah satu buah yang paling banyak dicari. Maka tak heran, ketika memasuki Ramadan banyak penjual timun suri dadakan. Salah satu penjual timun suri di Karawang, yaitu di pertigaan rel kereta Jalan Tuparev, tepatnya di depan kantor Dinas Cipta Karya. Dalah sehari, pedagang timun suri ini bisa mendapatkan penghasilan Rp3 juta.

Salah seorang pedagang timun suri, Kosa (44) mengatakan, dia sudah mempersiapkan jualannya 5 hari sebelum Ramadan tiba. Penjualan timun suri di dua hari awal Ramadan ini, diakuinya belum ramai. Dalam sehari dia mendapatkan penghasilan Rp 3 juta, padahal kalau lagi ramai bisa mencapai Rp 5 juta. "Untuk dua hari ini penjualan masih biasa saja, belum ramai banget. Saya targetkan mendapat Rp5 juta sehari tapi sekarang dapat Rp3 juta. Saya tidak tahu kenapa dua hari ini belum ramai," katanya, saat ditemui Radar Karawang, Jumat (18/5) kemarin sore.

Di awal Ramadan ini, lanjutnya, dia menyediakan stok 2 ton timun suri. Semua timun ini dipasok dari wilayah Rengasdengklok. Menurutnya, stok di daerah pun melimpah, sehingga tidak perlu membeli timun suri dari luar Karawang. "Semuanya dipasok dari Rengasdengklok, ketersediaan barang di sini juga banyak. Memang, kalau dari segi kualitas lebih bagus dari luar seperti dari Majalengka, cuma harganya mahal. Jadi, saya pilih beli di sini saja," ujar pria asal Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta ini.

Meski saat ini penjualannya belum signifikan, tapi Kosa tetap optimis beberapa hari kedepan timun surinya bisa habis terjual. Pasalnya, jika tak habis, sisa timun suri hanya bisa dibuang karena busuk. "Kalau cuacanya mendung, itu tidak bagus. Soalnya, kalau stoknya banyak yang matang itu cepat busuk, kalau busuk dibuang. Asal cuacanya panas, tidak jadi masalah. Biasanya 4 sampai 5 hari juga habis," paparnya.

Sementara itu, warga Karawang, Lukman Hakim (26), mengaku, timun suri menjadi salah satu olahan favorit sebagai hidangan berbuka. Aromanya yang khas, membuat buka puasa menjadi lebih nikmat. "Apalagi kalau diolah sama es, seger. Setelah kita seharian puasa, minum timun suri menjadi segar. Tiap bulan puasa juga timun suri jadi olahan favorit," pungkasnya. (asy)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template