Suket Manual Bukan Pengganti KTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Suket Manual Bukan Pengganti KTP

Suket Manual Bukan Pengganti KTP

Written By Admin Raka on Rabu, 09 Mei 2018 | 17.00.00

KARAWANG, RAKA - Surat Keterangan (Suket) manual yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) hanya bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu saja. Seperti pendaftaran kepesertaan BPJS dan untuk melanjutkan sekolah, termasuk kelengkapan persyarakat berkas pengajuan di bank, itupun tidak berlaku untuk semua bank.     

Pegawai pelayanan Suket Disdukcapil Endang Suhendar menyampaikan itu kepada Radar Karawang, Selasa (8/5) di ruang kerjanya. "Suket manual hanya dikeluarkan saat mendesak saja, karena sifatnya hanya pemberitahuan bahwa pemohon Suket tersebut telah melakukan perekaman," ucap Endang.
Disitu, Endang meluruskan persepsi Suket yang berfungsi sebagai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebab antara KTP dan Suket berbeda fungsi. KTP adalah identitas yang mesti dimiliki warga negara sebagai bukti kewarganegaraannya tetapi suket sebagai kelengkapan prosedur. "Jadi suket bukan pengganti KTP yang berfungsi seperti Kartu Tanda Kependudukan (KTP) yang utuh," ujarnya.

Dikatakan Endang, sebelum dimulainya pelayanan kepada masyarakat, baik di Disdukcatpil maupun yang lainya, para pemohon terlebih dahulu diberitahukan jika suket yang ada di Disdukcatpil ada dua macam. Yakni Suket manual dan Suket yang telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri. "Di suket manual itu bedanya ada keterangan yang menyatakan jika yang bersangkutan yakni pemohon sudah melakukan perekaman, namun belum terkirim ke server pusat sehingga hasil perekamannya masih belum bisa dilihat," katanya.

Disinggung pelayanan kependudukan yang diberikan Disdukcapil, Endang mengatakan dalam satu hari dinasnya bisa melayani ratusan pemohon dari berbagai kebutuhan. "Sehari bisa sampai 200 sampai 300 dokumen yang dikeluarkan. Tetapi itu kebutuhan dan saat ini pemohon suket sudah mengalami penuruan dengan kisaran 20 pemohon sehari," katanya.

Masih dikatakan Endang, sejauh ini masyarakat terus diberikan arahan saat melakukan permohonan dokumen, sehingga saat akan melakukannya kembali tidak lagi mendapatkan kesulitan. Terutama mengenai persyaratan yang harus dilengkapi. "Rata-rata saat pembuatan suket itu kendalanya mulai dari Nomer Induk Kependudukan (NIK) yang dobel, atau belum gagalnya perekaman yang dilakukan akibat jaringan," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template