Siltap, oh Siltap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Siltap, oh Siltap

Siltap, oh Siltap

Written By Admin Raka on Rabu, 30 Mei 2018 | 12.30.00

Pegawai Desa Mulai Uring-uringan

CILAMAYA WETAN, RAKA - Saat para aparatur sipil negera (ASN) dimanjakan dengan tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke 13, para pegawai desa masih harus bolak balik lebih dari lima kali untuk sebatas mendapatkan penghasilan tetap (siltap) yang sudah lima bulan tidak kunjung cair.

Bahkan, menjelang masa libur lebaran yang tak kurang dari dua mingguan lagi, para kepala desa mulai kewalahan dan khawatir didemo para bawahannya yang terus menagih siltap.

Kades Tegalwaru Aruji Atmaja mengatakan, siltap di Kecamatan Cilamaya Wetan belum ada yang cair. "Kami berharap seminggu sebelum lebaran bisa cair," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (29/5) kemarin.

Hanya saja, Aruji menilai aturan pengajuan proposal alokasi dana desa (ADD) sangat ribet. Bukan sekali dua kali proposal ajuan itu bolak balik ke kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan kembali lagi ke pemerintah desa. Bisa lebih dari lima kali perbaikan. "Pertanyaannya, apakah pegawai desa yang bodoh, atau DPMD dan BPKAD yang selama ini justru kurang sosialisasi," ujarnya.

Aruji mencontohkan, setelah proposal lolos di tingkat kecamatan, justru tertahan di DPMD. Begitupun saat lolos di tingkat kecamatan dan DPMD, proposal kembali mentah di tangan BPKAD lalu dikembalikan lagi ke pemerintah desa hingga proposal tersebut kucel. "Lolos yang satu, gak lolos yang satunya, ini proposal masih mondar-mandir terus. Bagaimana bisa cair, apakah kita yang bodoh atau pemkab yang kurang sosialisasi," sindirnya.

Ia memperkirakan, jika siltap tidak turun sebelum lebaran, para pegawai desa bisa saja melakukan aksi demo bahkan mogok kerja. "Kadang perangkat desa iri ke PNS mah. Semakin lama semakin dimanja terus. Apalagi melihat anggota dewan yang gajinya seribu kali honor RT dan RW. Ampun ah pamarentah," keluhnya.

Senada dikatakan Kepala Desa Tempuran Zaenal Romli. Menurutnya, proposal dan ajuan siltap pegawai desa masih bolak-balik seperti menunggu waktunya mudik. Ia hanya bisa menjanjikan bahwa Siltap akan cair seminggu sebelum lebaran kepada semua perangkat. Karenanya sejauh ini belum ada reaksi yang berlebihan kecuali menagih. "Tidak bisa dibayangkan jika seminggu sebelum lebaran ternyata tidak cair," katanya.

Kepala Desa Rawagempol Wetan Udin Abdul Gani mengatakan, pihaknya bingung karena ajuan proposal paling awal dan bersamaan diberikan dengan desa lainnya. Tapi saat ADD desa lain cair, dirinya malah dibalikan lagi ajuannya karena dianggap bermasalah. "Pada mau demo mah ya ke kades juga, karena mungkin cape menagih. Dikira kesalahan ada di kades, padahal ribetnya itu di format yang ternyata salah terus," keluhnya.

Kasie Tata Kelola Pemerintahan Desa DPMPD Karawang Andry Irawan saat disinggung soal ajuan siltap yang terancam tidak cair sebelum Idul Fitri jika pengajuannya melewati tanggal 25 Mei, sampai berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template