Resapan Air Tanah Menurun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Resapan Air Tanah Menurun

Resapan Air Tanah Menurun

Written By Admin Raka on Rabu, 16 Mei 2018 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Kompleksitas lingkungan hidup di Kabupaten Karawang tercatat 78,2 persen wilayahnya merupakan daerah potensial resapan air tanah. Masalah yang cukup menonjol adalah semakin menurunnya daya dukung lingkungan dari sektor perairan.

Hal itu diungkapkan pemerhati masalah lingkungan Tarsoen Waryono, beberapa waktu lalu, melalui surat elektroniknya. Menurut dia, kualitas air tanah, akan terancam keberadaannya apabila industri-industri yang berada pada wilayah hulu secara geohidrologi tidak memperdulikan terhadap limbah cemaran industri, serta kurang pedulinya terhadap kawasan hijau sebagai kendali terhadap emisi GRK.

"Tercatat hampir 200 unit industri sebesar 26% di wilayah Kabupaten Karawang memanfaatkan air tanah, dan tercatat 10% industri yang menggunakan bahan kimia yang sementara ini belum diyakini atas implementasi teknologi pengolahan limbahnya (IPAL)," ucap Tarsoen. Sementara itu berkembangnya permukiman teratur pengembang, berdasarkan lokasinya cukup menguntungkan, karena letaknya yang sporadis. Namun demikian, terhadap kaidah dan rambu-rambu seperti pengelolaan limbah domestik, fasos fasum termasuk ruang terbuka hijau (RTH) belum ada ketentuan yang bisa mengikat dan menyadarkan semua pihak berkepentingan.

 Padahal, terang Tarsoen, resiko dari pembangunan perumahan, pengembang secara sengaja menghilangkan dan menggusur tumbuhan hijau asli, merubah kawasan tandon air (balong/empang/sawah) dan tanah-tanah produktif (subur), untuk tapak bangunan. Jenis-jenis tumbuhan asli diganti dengan jenis tumbuhan introduksi yang bersumber dari luar Kabupaten Karawang.

Hal tersebut menyebabkan hilang dan migrasinya beberapa jenis satwa liar seperti burung, kelelawar, binatang melata dan beberapa jenis lainnya, karena habitat dan ekosiostemnya terganggu, serta semakin menurunnya produktivitas buah-buahan yang secara keseluruhan merupakan sumberdaya plasma nutfah asli daerah. "Menurunnya daya dukung lingkungan fisik, di Kabupaten Karawang terlihat dari Intensitas Pemanfaatan Ruang (IPR), yang  pada dasarnya merupakan perbandingan antara tapak bangunan dengan kawasan hijau," ucap Tarsoen.

Disebutkan juga, terbatasnya ruang hijau perkotaan, selain memberikan kesan pandang rendahnya kualitas lingkungan hidup, juga rendahnya resapan (infiltrasi) air ke dalam tanah. Padahal hamparan medan lahan basah sangat-sangat memerlukan dukungan hidrologis secara berkesinambungan. Berbeda halnya apabila melihat sejenak ke wilayah pedesaan yang IPR-nya cukup rendah yakni 30% tapak bangunan dan 70% Ruang hijau. (ari)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template