Ramadan di Pondok Pesantren Al Khoir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ramadan di Pondok Pesantren Al Khoir

Ramadan di Pondok Pesantren Al Khoir

Written By Admin Raka on Senin, 21 Mei 2018 | 12.30.00

Masyarakat Umum Boleh Ikut Belajar dari Pagi Hingga Malam

TEGALWARU, RAKA - Wajah Pondok Pesantren Al Khoir di Kampung Waru, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, di bulan Ramadan ini sedikit berbeda. Jika biasanya dipenuhi oleh santri yang biasa mondok, di bulan suci ini masyarakat umum boleh belajar agama di pesantren yang berada di Kampung Waru, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru. 

Dengan jumlah santri mencapai 50 orang, pondok pesantren pimpinan H Asep Hilman dan Hj Ema Mariatul Kibtiah, menggelar serangkaian kegiatan yang dikemas dalam pesantren Ramadan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk khidmah Pondok Pesantren Assalafi Al Khoir kepada masyarakat, santri, siswa dari luar pondok untuk menambah wawasan keislaman.

Asep Hilman mengatakan, selama bulan Ramadan, ada banyak perubahan kegiatan harian. Mulai bangun sahur di pagi hari pada pukul 03.15 WIB, kemudian tadarus Alquran di masjid, dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah. Setelah itu ada kuliah tujuh menit (kultum) pagi. Kemudian kembali mengaji  pukul 07.00 WIB dan selesai pada Pukul 12.00 WIB. Lalu salat Zuhur berjamaah, dilanjutkan tidur siang untuk persiapan salat tarawih pada malam harinya. "Salat Ashar berjamaah dimulai pada pukul 15.10 WIB. Setelah itu kegiatannya adalah ngaji sore sampai pukul 17.00 WIB. Kemudian berbuka bersama di masjid dengan makanan kecil, dan langsung jamaah maghrib. Setelah selesai jamaah maghrib, barulah para santri melakukan makan malam. Kemudian pergi ke masjid dan melaksanakan Isya berjamaah dilanjut tarawih," terangnya.

Ia melanjutkan, kegiatan malam dilanjutkan dengan tadarus Alquran hingga pukul 21.00 WIB, kemudian belajar bersama hingga pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan tidur malam. Di pondok pesantren, terang Asep, ada dua kegiatan inti. Pertama adalah kegiatan madrasiyah, yaitu kegiatan belajar mengajar di madrasah dengan jenjang pendidikan mulai ibtida'iyah dikhususkan kepada pemula, tsanawiyah atau wustha bagi santri menengah dan aliyah atau ulya bagi santri sekolah di tingkat SMA dengan kurikulum dari pesantren. "Nah yang kedua adalah kegiatan ma'hadiyah atau kegiatan khas pesantren, yaitu kegiatan yang diselenggarakan di luar kegiatan belajar mengajar di madrasah, seperti kajian kitab-kitab klasik dan kontemporer yang diasuh oleh kiai dan ustad-ustad senior. Salat berjamaah, tahfidz (hafalan), bahtsul masa'il dan lain-lain sehingga santri akan mudah menyerap semua pendidikan ilmu pengajian yang kami berikan, " tutupnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template